LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR
-Tauhid bukan sekadar pelajaran atau materi hafalan di bangku sekolah, namun sekaligus keyakinan yang harus hidup dalam hati dan tercermin dalam doa, tawakal, dan setiap keputusan dalam kehidupan seorang Muslim.  

“Tauhid bukan konsep teori di atas kertas, tetapi nafas seorang Muslim. Tauhid mengeluarkan cinta kepada selain Allah dari hati dan mengisinya hanya dengan kecintaan kepada Allah,” ujar alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ustaz Ridho Yahman Sitorus, dalam khutbah Jumat di Masjid Jami’ PMDG Kampus 8, Seulimuem, Aceh Besar, Jumat (14/8/2026).

Menurut Ustaz Ridho, tauhid merupakan landasan agama Islam dan pilar yang menopang seluruh bangunan agama. Karena itu, pemahaman tauhid tidak boleh berhenti pada hafalan dan pengetahuan teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, kalimat Laa ilaaha illallah merupakan kalimat yang paling agung. Kalimat tersebut menjadi tali Allah yang kokoh, kalimat takwa, sekaligus kunci menuju kebahagiaan.

“Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka ia akan mendapatkan keselamatan,” jelasnya.

Ustaz Ridho kemudian mengingatkan pentingnya menjaga ketakwaan hingga akhir hayat. Ia mengutip firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman. Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS Ali ‘Imran: 102)

Ia menegaskan, tauhid bukan sekadar konsep yang dipahami secara teori dan bukan pula hanya ucapan yang keluar dari lisan. Tauhid merupakan keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati dan melahirkan sikap penghambaan hanya kepada Allah.

“Tauhid adalah keyakinan yang tertanam di hati, yang mengeluarkan kecintaan kepada selain Allah, serta menjadikan seseorang mengagungkan Allah, takut kepada-Nya, berharap hanya kepada-Nya, dan menggantungkan kehidupannya kepada-Nya,” katanya.

Pada bagian lain khutbahnya, Ustaz Ridho mengingatkan umat Islam agar mewaspadai syirik dalam berbagai bentuknya, baik yang tampak maupun tersembunyi, serta yang besar maupun kecil.

Menurutnya, syirik merupakan dosa terbesar dan menjadi dosa yang tidak diampuni apabila seseorang meninggal dunia dalam keadaan melakukan syirik tanpa sempat bertaubat.

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS An-Nisa: 48)

Karena itu, menurut Ustaz Ridho, menjaga kemurnian tauhid merupakan kewajiban setiap Muslim. Seorang Muslim harus senantiasa membersihkan hatinya dari ketergantungan kepada selain Allah dan mengarahkan seluruh bentuk penghambaan hanya kepada-Nya.

“Wajib bagi setiap Muslim menjaga tauhidnya, membersihkan hati dari ketergantungan kepada selain Allah, tidak meminta pertolongan kecuali kepada Allah, dan tidak bertawakal kecuali kepada-Nya,” pungkasnya.

Ia berharap pemahaman tauhid tidak hanya menjadi pengetahuan yang tersimpan dalam pikiran, tetapi benar-benar menjadi gaya hidup yang membentuk sikap, pilihan, akhlak, dan seluruh aktivitas seorang Muslim. (Sayed MH/Kaffah)

SHARE :

0 facebook:

 
Top