LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 8 menggelar Gontor Olympiade 2026 selama tujuh hari, 18–25 September 2026. Kegiatan yang diikuti santri dan guru tersebut menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana pembentukan karakter, sportivitas, dan kerja sama antarsantri.
Gontor Olympiade 2026 dibuka pada Jumat, 18 September 2026, dan ditutup secara resmi pada Jumat, 25 September 2026. Selama kegiatan berlangsung, santri dan guru dibagi ke dalam enam kelompok, yakni Ash-Shiddiq Warrior, Al-Ameen Warrior, The Vanguard FC, Al-Hilal United, Ansar Athletic, dan Al-Fateh FC.
Lima cabang yang dipertandingkan meliputi sepak bola, futsal, bola basket, bola voli, dan Cerdas Cermat (CC). Seluruh pertandingan berlangsung kompetitif dengan tetap mengedepankan sportivitas, kerja sama, dan ukhuwah antarpeserta.
Setelah seluruh pertandingan selesai, para juara dari masing-masing cabang diumumkan pada acara penutupan.
Pada cabang sepak bola, Ash-Shiddiq Warrior meraih juara pertama, disusul Al-Fateh FC sebagai juara kedua. Pada cabang futsal, Al-Fateh FC menjadi juara pertama, sedangkan Ash-Shiddiq Warrior menempati posisi kedua.
Pada cabang bola basket, The Vanguard FC meraih juara pertama dan Al-Hilal United sebagai juara kedua. Sementara itu, pada cabang bola voli, Al-Hilal United menjadi juara pertama, disusul The Vanguard FC sebagai juara kedua.
Adapun pada cabang Cerdas Cermat (CC), Al-Ameen Warrior meraih juara pertama, sedangkan Ash-Shiddiq Warrior menjadi juara kedua.
Berdasarkan akumulasi hasil pertandingan seluruh cabang, Ash-Shiddiq Warrior berhasil meraih gelar juara umum Gontor Olympiade 2026.
Selain gelar juara umum, panitia memberikan penghargaan individu. Ahmad Shafwan Baihaqi, santri kelas 4B dari tim Ash-Shiddiq Warrior, dinobatkan sebagai Best Player. Sementara itu, penghargaan Best Supervisor diberikan kepada Al-Ustad Maulana Furqon, Lc, guru sekaligus pembimbing tim The Vanguard FC.
Ketua Panitia Gontor Olympiade, Al-Ustad Eri Rizki Akbar, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter santri.
“Acara ini bertujuan untuk mendidik sportivitas para santri dan menjadi sarana pendidikan dalam pembentukan karakter, khususnya dalam kerja sama tim. Semua itu demi mewujudkan jiwa yang sehat di dalam badan yang sehat,” jelasnya.
Dia menambahkan, Gontor Olympiade 2026 mengusung motto Built by Struggle, Divided by Courage, yang dimaknai sebagai perjuangan dalam membangun diri dan keberanian menghadapi setiap tantangan.
Pesan serupa disampaikan Al-Ustad Maulana Furqon, Lc, dalam pembukaan Gontor Olympiade. Dia mengingatkan peserta agar menjadikan kesehatan dan pembentukan diri sebagai tujuan utama dalam mengikuti setiap pertandingan.
“Berniatlah untuk sehat, bukan sekadar mengejar juara. Junjung tinggi sportivitas dan tetap jaga ukhuwah di antara setiap tim,” pesannya.
Sementara itu, dalam acara penutupan, Al-Ustad Afton Alfan Bawaqy, Lc, mengingatkan seluruh santri bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan hal biasa dalam sebuah pertandingan. Menurutnya, hal yang lebih penting ialah bagaimana seseorang menyikapi hasil yang diperolehnya.
“Bagi yang menang, janganlah sombong. Bagi yang kalah, jangan pula berkecil hati. Sesungguhnya kita sedang diuji: apakah dengan kemenangan kita akan kufur dan apakah dengan kekalahan kita akan putus asa,” pesannya.
Dia juga mengingatkan para santri agar tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai alasan untuk saling bermusuhan. Persaudaraan, katanya, harus tetap dijaga meskipun setiap tim berkompetisi di lapangan.
“Jangan saling memusuhi karena menang dan kalah. Ingatlah, mungkin di lapangan kita adalah lawan, tetapi di luar lapangan kita adalah saudara,” tuturnya.
Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama serta foto setiap kelompok bersama para pembimbing masing-masing. (Sayed/Kaffah)





0 facebook:
Post a Comment