lamurionline.com -- ACEH BESAR — MAN 3 Aceh Besar memberikan apresiasi kepada lima guru penulis dan dua murid berprestasi dalam rangkaian upacara Senin, 7 September 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi madrasah terhadap budaya literasi sekaligus capaian peserta didik di tingkat daerah hingga nasional.

Apresiasi diserahkan dalam suasana upacara yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, dan murid MAN 3 Aceh Besar. Plt. Kepala MAN 3 Aceh Besar, Ismail Darimi, S.Pd.I., M.Ag., langsung memberikan penghargaan kepada para penerima apresiasi.

Lima Guru Tuangkan Pengabdian dalam Buku

Lima guru MAN 3 Aceh Besar mendapat apresiasi atas kontribusi mereka dalam menghasilkan karya tulis yang diterbitkan dalam buku antologi.

Ismail Darimi, S.Pd.I., M.Ag. tercatat berkontribusi dalam dua buku. Dalam buku 'Panggung Pengabdian', ia menulis “Mahkota untuk Aris”, sementara dalam buku 'Menghidupkan Mimpi yang Dititipkan', ia menulis “Aku Mengajar Mereka yang Tidak Pernah Lepas dari Layar”.

Karya tersebut merefleksikan pengalaman guru menghadapi perubahan zaman, khususnya tantangan mendidik generasi yang tumbuh bersama teknologi.

Guru berikutnya, Rizka Ayu Putri, S.Si., juga menyumbangkan tulisan dalam dua buku. Dalam buku 'Panggung Pengabdian', ia menulis “Luka yang Disembunyikan di Balik Papan Tulis”. Sementara dalam buku 'Menghidupkan Mimpi yang Dititipkan', ia menulis “Yang Tumbuh Pelan-pelan di Dalam Kelas”.

Adapun Putra Muallimin, S.Pd., mendapat apresiasi melalui tulisan inspiratif berjudul “Guru yang Masih Belajar Cara Bertahan” juga dalam buku 'Panggung Pengabdian'. Tulisan tersebut menggambarkan bahwa profesi guru bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang terus belajar dan beradaptasi.

Sementara itu, Pebriyani Puspita Sari, S.Sn., berkontribusi dalam buku 'Kapur yang Menipis' melalui tulisan “Jika Muridku Mengingatku Nanti”.


Tulisan lainnya dalam buku yang sama berasal dari Ninda Nadia, S.Pd., dengan judul “Pelita yang Memilih Terus Mengabdi di Balik Jubah Pengajar”.

Kelima guru tersebut mendapat tepuk tangan dari peserta upacara. Apresiasi itu sekaligus menegaskan bahwa karya tulis dapat menjadi bentuk lain dari pengabdian guru.

Dua Murid Torehkan Prestasi

Selain memberikan penghargaan kepada guru penulis, MAN 3 Aceh Besar juga memberikan apresiasi kepada murid yang meraih prestasi sepanjang periode Juli–Agustus 2026 Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027.

Elia Syakira mendapat apresiasi setelah terpilih sebagai Wakil II Duta Genre Aceh Besar. Pencapaian tersebut menempatkannya dalam peran sebagai bagian dari generasi muda yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam isu kehidupan remaja.

Prestasi lainnya ditorehkan Faizzikra Putra. Dalam periode yang sama, ia meraih dua penghargaan.

Pertama, Juara Harapan II Lomba Baca Puisi Tingkat Aceh Besar yang diselenggarakan oleh Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh Besar. Kedua, Juara Favorit Lomba Menulis Puisi Tingkat Nasional melalui karya berjudul “Ayah”.

Capaian tersebut membawa nama MAN 3 Aceh Besar dari kompetisi tingkat daerah hingga panggung nasional.

Bagi madrasah, apresiasi tersebut bukan sekadar seremoni. Penghargaan diberikan sebagai upaya membangun budaya yang menghargai proses, karya, dan prestasi.

Melalui apresiasi terhadap guru penulis dan murid berprestasi, MAN 3 Aceh Besar ingin menunjukkan bahwa literasi dan prestasi merupakan dua bagian penting dalam membangun ekosistem madrasah yang unggul.

Upacara Senin itu pun menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh warga madrasah bahwa setiap karya dan prestasi memiliki nilai ketika mampu menginspirasi orang lain.

“Lewat tulisan, pengabdian guru menjadi abadi. Lewat prestasi, kerja keras murid menjadi inspirasi,” menjadi semangat yang terasa dalam rangkaian apresiasi tersebut.[]

SHARE :

0 facebook:

 
Top