LAMURIONLINE.COM| BANDA ACEH - Pengurus Wilayah Wanita Syarikat Islam (PW WSI) Aceh melakukan audiensi dengan Badan dan Sekretariat Baitul Mal Aceh (BMA) di Kantor BMA, Jeulingke, Banda Aceh, Senin (28/9/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi program pemberdayaan masyarakat, perlindungan keluarga, dan penanganan persoalan sosial di Aceh.
Ketua PW WSI Aceh, Dr Chairan M. Nur Naim, bersama jajaran pengurus memaparkan sejumlah program strategis organisasi yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan BMA.
Program tersebut antara lain pengembangan koperasi, layanan konseling, dan penguatan kapasitas konselor. Program lainnya Sidaya (Lansia Berdaya), Gata (Gerakan Ayah Teladan), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), rumah rehabilitasi pengguna narkotika dan pendampingan terkait HIV/AIDS, pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota Badan BMA, Fahmi M. Nasir, M.C.L meminta jajaran terkait di BMA dapat memeriksa persyaratan dan ketentuan mengenai dukungan terhadap koperasi WSI agar kerja sama dapat berjalan sesuai regulasi.
“Kita tentu mendorong segera dapat menindaklanjuti rencana kerja sama melalui penandatanganan memorandum of understanding atau MoU,” harapnya.
Menurut Fahmi, beberapa program potensial bisa saja berpeluang menjadi prioritas kerja sama, misalnya bimbingan dan konseling korban penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif (NAPZA), bimbingan calon pengantin, dan pembinaan para ayah sebagai upaya pencegahan KDRT.
“Kita bisa kaji bersama pula pengembangan koperasi dan dukungan terhadap rumah rehabilitasi pengguna narkotika dan pendampingan terkait HIV/AIDS,” tambah Fahmi.
Sementara itu, Kepala Sekretariat BMA Dr. Muhammad Ikhsan Ahyat, S.STP, M.A.P menyambut baik tawaran kerja sama tersebut.
Menurutnya, beberapa program WSI Aceh memiliki urgensi ditindaklanjuti, khususnya pendampingan korban KDRT, rehabilitasi pengguna narkotika, dan pengembangan koperasi.
“Pada prinsipnya, kami menyambut baik program yang ditawarkan WSI Aceh. Beberapa di antaranya relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dapat dikembangkan melalui sinergi dengan BMA,” ujarnya.
Kabag Umum Sekretariat BMA, Didi Setiadi, S.Sos menambahkan, sejumlah program BMA memiliki keterkaitan dengan program yang ditawarkan PW WSI Aceh, di antaranya penanganan stunting, sanitasi dana ir bersih, pencegahan HIV/Aids, kenakalan remaja, serta prostitusi terselubung.
“Audiensi ini merupakan langkah awal memperkuat kolaborasi BMA dan PW WSI Aceh dalam pemberdayaan ekonomi, penguatan ketahanan keluarga, perlindungan kelompok rentan, serta penanganan berbagai persoalan sosial di Aceh,” pungkas Didi. (Sayed M. Husen)

0 facebook:
Post a Comment