LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH
- Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Ke-II Tahun 2026 yang berlangsung di Banda Aceh, 9 hingga d 11 Oktober 2026 melahirkan lima resolusi yang dibacakan di Balee Meuseraya Ahad, (11/10/2026). Kegiatan berskala internasional ini digagas oleh Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) berlangsung suskes mengusung tema Mengangkat Ajaran Sufi untuk Persatuan dan Perdamaian Umat.

Ketua Umum PB MPTT-I,  Abi Sahal Tastari Waly SE MM, menyampaikan secara lengkap resolusi dan rekomendasi tersebut: 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) pimpinan Abuya Syekh Amran Waly al-Khalidi yang sekaligus Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah al-Khalidiyah untuk kedua kalinya menyelenggarakan Mudzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional 9-11 Oktober 2026 di Banda Aceh, Propinsi Aceh Darussalam. Mudzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional ke-2 dihadiri oleh representasi para ulama sufi dari berbagai negara muslim seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Palestina, Syiria, Maroko, Mesir, Tunisia, dan lainnya.

Mudzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional diselenggarakan sebagai bentuk tanggungjawab agama, moral, sosial, budaya, dan politik kebangsaan Indonesia maupun belahan dunia muslim serta terhadap tatanan masyarakat dunia global.

MPTTI di bawah kepemimpinan Abuya Syekh Amran Waly al-Khalidi sekaligus sebagai Wali Agama Aceh mengundang para ulama sufi dari perwakilan berbagai negara di atas membahas berbagai persoalan keummatan, keagamaan, sosial, budaya, politik maupun kenegaraan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi tatanan masyarakat, kenegaraan, maupun kehidupan masyarakat global. 

Selama berlangsung 3 (tiga) hari, Mudzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional ini melahirkan beberapa resolusi dan rekomendasi sebagai berikut:

1. Para ulama tauhid sufi menyerukan agar nilai-nilai tauhid kesufian berlandaskan ajaran ihsan hendaknya lebih digalakkan dalam membangun kembali tatanan kehidupan sosial masyarakat di berbagai belahan dunia muslim;

2. Melalui ajaran tauhid kesufian, masyarakat muslim di berbagai belahan dunia Islam dapat dibawa menuju kepada Allah Swt sehingga melahirkan akhlaq al-Karimah;

3. Menyerukan kepada para pemimpin (umara') negara-negara muslim agar kembali kepada ajaran tauhid kesufian dengan bergandengan para ulama tauhid sufi dalam dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan membangun moralitas masyarakat bersendikan Islam, iman dan ihsan;

4. Menyerukan kepada para ulama tauhid sufi di berbagai belahan dunia muslim untuk kembali berpegang teguh kepada ajaran tauhid kesufian bagi kemajuan dunia muslim dan tatanan peradaban global yang penuh nilai-nilai kemanusiaan;

5. Khusus untuk masyarakat Indonesia, hendaknya pemerintah beserta para alim dan ulama bersatu padu dalam membangun tata kelola pemerintahan benar-benar berdasarkan ajaran tauhid kesufian bagi terwujudnya kemakmuran dan keadilan sosial yang merata.

Demikian Resolusi dan Rekomendasi Mudzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional ke-2 agar disebar luaskan untuk kemudian secara bersama-sama direalisasikan melalui pemerintah, para ulama, dan masyarakat agar terwujud tata kelola pemerintahan yang baik untuk selanjutnya bermanfaat bagi masyarakat bahkan tatanan dunia yang adil dan sejahtera.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Banda Aceh, 11 Oktober 2026

Penandatangan/Perwakilan Ulama & Tokoh:

1. Abuya Syekh H. Amran al-Khalidi, Wali Agama Aceh

2. H. Muzakir Manaf, Gubernur Aceh

3. Syekh Dr. Aziz ElKobaiti Idris Al Hasani, Maroko

4. Syekh Muhyidin Abdurrazak, Syria

5. Prof Dato Dr. H. Fakruddin Bin Abdul Mukti, Malaysia

6. Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag, Indonesia

7. Dato Hj Prof Shulshilil Azam Bin Shuaib, Malaysia

8. KH. Zein Jarnuji Cibinong Bogor, Bogor

9. Dr. Nik Roskiman bin Abdul Samad, Malaysia

10. Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati Al-Hasani, Palestina

11. Tuan Guru Muhammad Saleh, Malaysia

12. Syekh Jalaluddin Ahmad Rowi, Malaysia

13. Tuan Guru Syeikh M. Zainul Asri bin Haji Mohd Romli, Malaysia

14. Ustaz Sulaiman bin Soleh, Kamboja

15. Tuan Haji Mohd Azmi ABD Hamid, Presiden MAPIM

16. Dr. KH Muhammad Rusfi, Indonesia

SHARE :

0 facebook:

 
Top