Oleh: Juariah Anzib, S.Ag.
Penulis buku Wakaf di Aceh: Tradisi, Inovasi dan Keberkahan
Kesalehan tidak berhenti di masjid atau di atas sajadah melalui ibadah ritual semata. Kesalehan juga tercermin dalam kepedulian terhadap sesama, kejujuran, dan semangat berbagi. Ibadah semestinya membentuk pribadi yang tidak hanya taat kepada Allah Swt, tetapi peduli terhadap kehidupan sosial. Inilah perjalanan dari kesalehan ritual menuju kesalehan sosial.
Komunitas jamaah Safari Shubuh BBC mulai mengembangkan kegiatannya sejak 2008. Gerakan ini bertujuan menghidupkan shalat Shubuh berjamaah dari masjid ke masjid, terutama di Banda Aceh, Aceh Besar, dan sekitarnya. Melalui kegiatan tersebut, BBC mendorong kemakmuran masjid sekaligus mempererat ukhuwah islamiah di tengah masyarakat.
Dalam Perbincangan Sabtu Pagi Radio Baiturrahman, Pimpinan Redaksi Gema Baiturrahman, Juniazi Yahya, menjelaskan, gerakan Safari Subuh telah menginspirasi sejumlah komunitas lain melakukan kegiatan serupa. Fenomena ini menjadi gerakan dakwah yang menarik karena tidak hanya mengajak umat meramaikan masjid, tetapi juga mendorong kegiatan bermanfaat, seperti mendengarkan tausiah, bergotong royong, dan berbagi sesama jamaah.
Pada awalnya, kegiatan Safari Shubuh berfokus pada upaya menghidupkan shalat Shubuh berjamaah dari masjid ke masjid. Seiring waktu, BBC mengembangkan program sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, salah satunya pembangunan rumah bagi kaum dhuafa.
Pimpinan komunitas Safari Shubuh, Tengku Fakhruddin Lahmuddin, menginformasikan BBC telah membangun 12 unit rumah dari dana infak dan sumbangan jamaah Safari Shubuh. Capaian ini menunjukkan, semangat berjamaah dapat berkembang menjadi kekuatan membantu masyarakat, terutama keluarga fakir dan miskin yang membutuhkan tempat tinggal layak.
Gerakan tersebut memperlihatkan kesalehan ritual dapat mewujudkan kesalehan sosial. Aktivitas yang semula berfokus pada shalat Shubuh berjamaah berkembang sebagai gerakan solidaritas umat. Ratusan jamaah yang terlibat memiliki kesempatan menumbuhkan kepedulian dan saling membantu.
Selain itu, kegiatan BBC mendapat dukungan kalangan tenaga medis yang bergabung dalam Forum Dakwah Perbatasan (FDP). Sejumlah dokter spesialis bergabung dan memberikan layanan kepada jamaah. Di antaranya dr. Nurchlis, dokter spesialis jantung yang memberikan pengobatan gratis. Selain itu, dokter spesialis saraf turut membuka layanan konsultasi bagi jamaah dan keluarga mereka, termasuk calon jemaah haji.
Keterlibatan para dokter memperluas manfaat Safari Shubuh. Dengan demikian, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga ruang memperoleh edukasi dan pelayanan kesehatan. Dampaknya, dakwah hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat.
Selain BBC, sejumlah komunitas turut menggerakkan Safari Shubuh di Aceh, antara lain Shubuh Arafah, Jumat Berkah, Shubuh S3, Shubuh Keliling, Shubuh Damai, dan Gerakan Pemuda Shubuh. Masing-masing memiliki sasaran dan karakteristik kegiatan tersendiri. Ada yang fokus pada santunan fakir miskin dan anak yatim, ada pula yang mengutamakan gotong royong, pembinaan spiritual, serta kajian keumatan.
Program pembangunan rumah dhuafa yang dilakukan BBC menjadi inspirasi komunitas lain. Berkat kerja sama dan kepedulian jamaah, BBC telah mendirikan 12 unit rumah tipe 45 dengan tiga kamar. Biaya pembangunan setiap unit diperkirakan mencapai Rp200 juta. Program ini membuktikan bahwa infak jamaah dapat dihimpun dan dikelola menjadi bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam perkembangannya, BBC turut menginspirasi komunitas lain untuk menghidupkan gerakan shalat Shubuh berjamaah di Aceh. Gerakan ini ikut mendorong perubahan sikap masyarakat agar lebih aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Tradisi meramaikan shalat Shubuh di Banda Aceh telah tumbuh sejak dekade 1980-an dan terus berkembang hingga sekarang ini. Di berbagai masjid, jamaah Shubuh tidak hanya mengikuti shalat berjamaah, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial dan pembinaan umat.
Pelaksanaan Safari Shubuh biasanya diawali dengan koordinasi bersama pengurus masjid yang akan dikunjungi. Pengurus masjid mempersiapkan penyambutan dan mengajak jamaah setempat berpartisipasi. Sajian sarapan pagi dan kopi menjadi bagian dari tradisi menyambut tamu. Suasana hangat tersebut mempererat silaturahmi dan menumbuhkan keakraban.
Setiap komunitas Safari Shubuh memiliki ciri khas. Safari Subuh Arafah, misalnya, dikenal dengan kegiatan zikir. Komunitas lain mengutamakan gotong royong, pembinaan mental dan spiritual, atau diskusi mengenai persoalan umat. Gerakan yang melibatkan generasi muda juga berperan menumbuhkan semangat beribadah dan membangun kebangkitan spiritual di kalangan kaum muda muslim.
Gerakan Safari Shubuh di masa akan datang perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas. Selain memperkuat ibadah dan ukhuwah, komunitas ini mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah. Dengan pengelolaan yang baik, gerakan berbasis masjid tentu saja berpotensi menjadi kekuatan sosial masyarakat.
Selama ini, Safari Shubuh umumnya berlangsung pada Jumat, Sabtu, Minggu, atau hari-hari libur. Semoga gerakan ini terus tumbuh, memperkuat persaudaraan, dan terwujudnya kepedulian sosial. Dengan demikian, kesalehan tidak hanya tampak dalam ibadah kepada Allah Swt, juga terwujud melalui aksi membantu sesama. Semoga seluruh ikhtiar tersebut merupakan amal ibadah dan memperoleh pahala di sisi-Nya.*

0 facebook:
Post a Comment