LAMURIONLINE.COM |ACEH BESAR
 — Menyambut Hari Santri Nasional 2026 yang diperingati setiap 22 Oktober, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Aceh Besar mencanangkan gerakan wakaf pohon sebagai upaya menekan emisi karbon, menjaga kelestarian lingkungan, dan memperkuat kesadaran ekologis di kalangan santri.

Gerakan yang mengusung semangat tema Hari Santri 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, ditandai dengan penyerahan berbagai bibit pohon produktif oleh Wakil Ketua BWI Aceh Besar, H. Khalid Wardana, S.Ag., M.Si., kepada Pondok Pesantren Al Manar, Cot Irie, Aceh Besar, Selasa (20/10/2026). Bibit tersebut diterima oleh Ustaz Masykur Rahmad Al Hafidh.

Khalid Wardana mengatakan, wakaf pohon merupakan bentuk komitmen BWI dalam mengintegrasikan nilai ibadah dengan upaya pelestarian lingkungan. Program ini diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan, baik dari aspek ekologi maupun ekonomi, sekaligus menjadi amal jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Menurutnya, gerakan wakaf pohon juga merupakan bagian dari penguatan ekoteologi, yakni upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam dan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia.

“Wakaf pohon tidak hanya menjadi amal jariyah, tetapi juga berkontribusi terhadap rehabilitasi lingkungan. Pepohonan dapat membantu mengurangi risiko banjir, memperkuat struktur tanah, menjaga ketersediaan air, memperbaiki kualitas udara, serta melestarikan keanekaragaman hayati,” ujar Khalid.

Ia menambahkan, berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak tentang perlunya menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah kerusakan lingkungan.

Karena itu, menurut Khalid, kepedulian terhadap kelestarian alam perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan menanam dan merawat pohon, tidak melakukan pembakaran hutan, serta tidak membuang sampah sembarangan.

“Setiap insan perlu tergerak untuk mengambil bagian dalam menjaga alam. Menanam dan merawat pohon merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki manfaat besar bagi keberlangsungan lingkungan dan generasi mendatang,” ungkapnya.

Adapun bibit pohon produktif yang diserahkan BWI Aceh Besar kepada Pesantren Al Manar terdiri atas berbagai jenis tanaman buah, yaitu mangga, kuini, durian, belimbing, langsat, nangka, sawo, dan keupula.

Pimpinan Pesantren Al Manar, Dr. Tgk. Ikhram, M.Pd., mengapresiasi inisiatif BWI Aceh Besar yang mengintegrasikan peringatan Hari Santri dengan gerakan pelestarian lingkungan.

Ia mengatakan, pihak pesantren telah mempersiapkan lahan dan melibatkan para santri dalam rencana penanaman pohon tersebut. Keterlibatan santri diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membentuk karakter yang bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam.

Menurut Ikhram, rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini diarahkan untuk memperkuat kontribusi santri dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, hingga gerakan ekoteologi dan penanaman pohon.

“Peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah perjuangan santri, tetapi juga harus memperkuat peran pesantren dalam merawat bumi dan menghadapi tantangan masa depan,” ujar Ikhram, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar.*

*

SHARE :

0 facebook:

 
Top