Adv

Adv


AWALNYA tak ada kesan meriah ketika menghadiri acara “Malam Amal Bersatu Kita Peduli” pada Sabtu malam di Auditorium Radio Republik Indonesia Banda Aceh. Terlebih malam itu Banda Aceh diguyur hujan, 16 Februari 2013.
Di halaman depan hanya ada puluhan kendaraan roda dua yang diparkir di sana. Saat jarum jam beranjak pada pukul 21.00 wib, sejumlah penonton sempat kesal. Pasalnya pengisi acara tak kunjung tampil. Wajar mengingat tujuan mereka ke sana adalah untuk menyaksikan performance dari bintang favorit mereka.
Namun kekesalan mereka terjawab dengan jumlah pengunjung yang terus bertambah dan hadirnya Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’adudin Djamal. Disusul dengan penyanyi etnik Aceh Rafly Kande. Malam itu hadir juga mantan anggota DPR Aceh Darmawan Muhammad Daud atau Darmuda.
Selain Rafly, malam amal tersebut juga dihadiri oleh Liza Aulia. Di bangku penonton mantan finalis Puteri Indonesia 2013 yang tak lain adalah Puteri Indonesia Aceh 2012 Sylvia Rossa juga terlihat hadir.
Sesaat kemudian lampu tiba-tiba padam, lima pria hadir menabuh rebana. Rupanya itu pertanda acara segera dimulai. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al Quran dan pembacaan doa.
Usai pembukaan, Sanggar Rempune tampil membawakan tarian yang menggambarkan kegembiraan masyarakat Gayo saat panen padi. Liukan para penari yang gemulai mendapat tepuk tangan dari ratusan penonton.
“Malam ini kita di sini untuk mengulurkan tangan kita dan memberikan bantuan bagi mereka yang memerlukan,” ujar MC dari atas panggung.
Setelah itu tampil Icha and Family membawakan lagu Bunda yang dipopulerkan oleh Melly Goeslaw dan Jangan Menyerah dari D’Masiv.
“Saat ini banyak sekali yang memerlukan uluran tangan kita, maka kita harus melakukan penggalangan agar mereka yang memerlukan dapat terbantu,” ujar ketua panitia, Helmi, kepada ATJEHPOSTcom di sela-sela acara di luar Auditorium.
LSM Mulia Rakan selaku pihak penyelenggara katanya, akan kembali menggelar kegiatan serupa di waktu lainnya. Malam itu LSM Mulia Rakan ternyata juga meluncurkan program “Gerakan 50 ribu Aksi  Donasi 1000 1 Bulan 1 Sahabat”. Peluncuran tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Wali Kota.
Di Auditorium ketika Tim Sahabat Peduli menyanyikan lagu “Aceh Tsunami” mereka berkeliling membaur bersama penonton sambil membawa kotak amal.
Saat acara berlangsung MC beberapa kali mengumumkan tentang anak-anak Aceh yang memiliki kehidupan memprihatinkan. MC mencontohkan seperti ada anak yang lahir di Aceh Tenggara tanpa anus. Anak-anak tersebut kata MC membutuhkan uluran kita semua.
Illiza pun turut mewarnai malam amal tersebut dengan membacakan puisi berjudul “Untuk Mereka” karya Al Kahar. Setelah Illiza tampil, langsung dilanjutkan dengan Kapalitas Band dengan tembang perdana “Assalammualaikum”.
Usai Kapalitas Band tampil, pengunjung tiba-tiba bersorak saat Pasha GM tampil dengan menabuh drum. Pasha merupakan drummer cilik yang baru berusia lima tahun. Meski masih anak-anak ia sangat profesional. Tiga lagu yang dimainkan Pasha membuat decak kagum para penonton. Setelah itu pelukis Iwan tampil dengan lukisan yang menggunakan alat kosmetik.
Penyanyi cantik Liza Aulia malam itu membawakan lagu Putroe Bungsu dan Kutidhing. Sementara penyanyo Rafly memiliki gaya berbeda untuk menggalang dana.
“Sebelum bernyanyi, kita harus memiliki kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan, maka berikanlah sebagian harta kita, saya akan menyanyi namun sebelum saya menyanyi penonton bole menghargai lagu saya untuk menambah sumbangan amal bagi yang memerlukan,” ujarnya Rafly.
Spontan para penonton menunjuk tangan bergantian untuk memberikan sumbangan mereka. Rafly sendiri juga turut menyumbang. Penampilan Rafly sekaligus penutup acara tersebut disambut antusias oleh penonton acara amal yang bertema “100 tangan beramal untuk yang memerlukan”.
Dengan suara khasnya Rafly mampu menghibur penonton dalam alunan musik dan rilik lagu Anak Adam, Bungong dan Haro Hara.[ATJEHPOSTcom] (ihn)
SHARE :
 
Top