Adv

Adv

• Hadirkan “Tarian Ratoh Trieng” di Piasan Seni Banda Aceh 2013


Di sebuah stand sederhana lengkap dengan berbagai piagam penghargaannya dipajang dengan baik, diantara berbagai stand yang ada di Piasan Seni Banda Aceh 2013. Redaksi Lamuri tertarik masuk untuk mengenal dan berjabat tangan dengan seorang pria berambut gondrong, dialah salah seorang pengelola Sanggar Lempia yang terletak di Jl. Rama Setia Lr. Tarantula No. 3 Lampaseh Kota Banda Aceh. Syeh Emi panggilan akrab pria itu, nama lengkapnya Zulfi Hermi. Zulfi menjelaskan panjang lebar tentang Sanggar Lempia yang berdiri sejak tahun 1985 sampai tahun 1990. Menurut Helmi Lempia sendiri singkatan dari “Lembah Gunung Piatu” dimana lempia ini diangkat dari sejarah tempat tinggalnya pelatih/pemimpin Sanggar Lempia (Lembah Gunung Piatu). Sanggar Lempia sendiri merupakan organisasi kesenian yang bergerak di bidang seni tari, sastra/puisi, music tradisional, mementingkan kekeluargaan dan gotong royong serta musyawarah untuk mufakat, jelas Zulfi sembari membagikan brosur kepada pengunjung yang datang ke standnya. Berbagai even telah diikuti oleh anggota Sanggar Lempia termasuk Piasan Seni Banda Aceh yang sudah dua kali diadakan. Malam itupun mereka menampilkan tari tradisi yang diberi nama “Tarian Ratoh Trieng”, begitu piawainya kelincahan yang dipersembahkan Sanggar Lempia yang disambut antusiasme penonton di tribun utama Piasan Seni tersebut. 

Syeh Emi
Selain tari Ratoh Trieng berbagai seni tari tradisi lainnya ada di Lempia seperti Tari Meusare-saree, Tari Ratoh Bantai, Tari Seudati, Rapai Geleng, Ratoh Duek, Seudati, Tari Laweut, Tari Silat Gelombang, Silat Pedang, Tari Meuseukat, Tari Likok Pulo, Ranup Lampuan dan berbagai tari kreasi baru seperti Tari Dendayang, Dirampak yang telah ditampilkan pada even-even yang ada. hal ini terlihat dari banyaknya piagam dan penghargaan yang dipajang dalam stand Sanggar Lempia tersebut. “Sanggar Lempia juga punya program kerja dalam hal seni budaya di Aceh, kami juga mengadakan penelitian dan pengkajian dalam hal musik dan tari kreasi, serta ada juga Diskusi, Seminar dan Workshop, ungkap Zulfi sambil mengakhiri pembicaraannya. Itulah secuil profil Sanggar Lempia yang kami angkat pada edisi Buletin Lamuri kali ini. Semoga Sanggar Lempia bisa menjadi sanggar yang bisa menjaga tradisi khas kebudayaan dan seni dengan unsur seni keacehannya. (Abr/Her)
SHARE :
 
Top