Ramadhan hadir lagi,  masih kah kita menyambut ramadhan dengan biasa- b i a s a s a j a ? A t a u k i t a s u d a h mempersiapkannya dengan luar biasa, sehingga kita benar-benar totalitas dalam menjalankan ibadah pada bulan ranadhan. 

Tidak hanya sekedar saja, apa lagi menganggap sekedarnya. Pemuda harusnya melakukan “lebih”  di bulan ramadhan ini. Apanya yang dimaksud “lebih”, lebih semangat dalam menjalankan puasa, lebih banyak shaf shalat tarawihnya, lebih ramai dalam shaf sholat berjamaah, lebih giat tadarusannya, lebih suka ber infaq, lebih rajin membantu sesama. Jangan pemuda yang malah bermalas-malasan di bulan ramadhan. Kalau mudanya saja suka bermalas-malasan, bagaimana nanti waktu udah usia tua, apa tah mungkin bisa semangat melakukan aktifitas yang bernilai positif di bulan ramadhan jika mudanya saja tidak terbiasa.  Kita jangan “latah” dengan bulan Ramadhan, tetapi kita harus istiqomah. Maksudnya, jangan di bulan ramadhan kita sholat tepat waktu, sholat sunat, sering tadarus, berinfaq, dan lain yang bernilai positif, namun kebiasaan itu hilang begitu terbit fajar Idul fitri. 

Kita kembali ke masa lalu kita sebelum ramadhan. Itu yang jangan terjadi pada diri kita sebagai muslim yang taat. Andai manusia mengetahui misteri di balik Ramadhan niscaya mereka berharap Ramadhan terjadi sepanjang tahun." Inilah salah satu hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan Ramadhan yang diriwayatkan oleh Imam Ath- Thabrani. Hadits ini melengkapi hadits-hadis lain yang telah mengungkapkan jutaan manfaat luar biasa yang terkandung dalam Ramadhan. 

Meski setiap saat di dalamnya penuh keberkahan, tapi ada waktu yang sangat dimaksimalkan oleh Rasulullah SAW dan Sahabatnya untuk meraih pahala sebanyak mungkin. Yaitu saat malam hari. Waktu malam di bulan Ramadhan adalah saat-saat sangat sayang dilewatkan begitu saja. Di tengah malam Allah SWT akan turun dan menyaksikan langsung hamba-hamba- Nya yang bermunajat dan beribadah kepada-Nya. Sungguh sangat istimewa jika saat Allah SWT turun ke bumi, Dia melihat kita tengah beribadah; mendirikan sholat malam, memperpanjang dzikir, membaca Alquran, dan berdoa. Di saat- saat seperti itulah peluang doa seorang mukmin langsung diijabah oleh-Nya. 

Rasulullah SAW bersabda, barang siapa yang mendirikan malam Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah SWT maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Waktu malam memang sangat special. Apalagi malam di dalam bulan Ramadhan. Di titik waktu inilah suasana batin kita bisa menjadi lebih tenang dan damai karena tidak terganggu oleh hiruk pikuk duniawi. Dengan begitu seorang hamba bisa bebas mengadu dan curhat kepada Allah SWT atas apa yang kita alami di siang hari. Karena suasana batin kita juga tenang, maka biasanya kita mudah mengingat kesalahan yang telah kita lakukan. Kesalahan kepada sahabat, rekan sekantor, atasan, keluarga, dan yang lebih penting kelalaian kita dalam menjalankan setiap perintah Allah SWT. 

Makanya, Rasulullah SAW dan para sahabatnya selalu memperpanjang malam mereka untuk dengan digunakan untuk bermuhasabah (introspeksi diri) atas dosa yang diperbuat. Karena Allah SWT sangat dekat di waktu ini, maka potensi doa dikabulkan dan dosa diampuni sangat besar dibanding waktu-waktu yang lain. Pertanyaannya, sudahkah kita memaksimalkan waktu di sepertiga malam kita? Kalau jawabannya belum, mumpung ini masih di awal-awal Ramadhan, mari kita mantapkan semangat kita di sisa Ramadhan ke depan untuk menghidupkan malam di dalam bulan istimewa ini. Allahuakhbar…. 

SHARE :
 
Top