Lamurionline.com--Banda Aceh : Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam kembali menggelar Dakwah umum Jumatan yang diisi oleh ustaz H Umar Rafsanjani, Lc MA yang digelar di taman Baitussalatin, Banda Aceh, Jumat (14/08/2015).
Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan wakil walikota Drs Zainal Arifin mengatakan melalui mimbar dakwah tersebut yang dilaksanakan sebulan sekali, hendaknya kita bisa merealisasikan keinginan terhadap Allah SWT.
Palaksanaan dakwah jumatan yang rutin dilaksanakan sebagai upaya Pemko Banda Aceh untuk saling berbagi ilmu dan bersilaturrahmi agar menjadi masyarakat yang Madani bisa tercapai.
Menurut Walikota sejak dimulainya kegiatan ini. Pemerintah Kota Banda Aceh sudah berupaya menghadirkan berbagai pendakwah baik dari Aceh maupun dari luar Aceh.
“Tujuannya adalah agar kita ummat muslim Banda Aceh mendapat ilmu dan wawasan. Dengan demikian masyarakat Banda Aceh dapat memiliki kefahaman komplit agar bisa dilaksanakan dalam aktifitas sehari hari,” ujar Walikota.
Lanjut Walikota, masjid pada zaman Rasul bukan hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai sarana menjalin ukhwah sehingga ukwah sesama muslim sangat kuat layaknya saudara kandung. “Untuk itu kita harapkan persatuan bisa bangkit melalui masjid,” ungkapnya.
Sementara itu dalam ceramah yang bertemakan “Membina Ukhwah Melalui Masjid” yang disampaikan oleh ustaz H Umar Rafsanjani, Lc MA mengatakan, hendaknya dalam pertemuan hari ini bisa mendapatkan ridha dari Allah SWT.
“Ibadah yang kita buat hakikatnya karena mencari ridha Allah, jikalau ibadah kita semata mata karena Allah maka Allah akan berikan lebih dari apa yang diharapkan,” ungkap ustaz umar.
Menurutnya, masjid merupakan markaz dakwah yang paling besar, jangan kita lebih mencintai rumah sendiri dari pada rumah Allah.
Ia juga berpesan kepada seluruh jamaah kemanapun pergi hendaknya bisa menjaga 3i. Adapun 3i yang dimaksudkan ustaz umar yaitu iman, indatu dan ibu. “Kita sebagai muslim punya marwah yang paling besar. Hendaknya terus kita jaga marwah yang ada pada diri kita. Kemanapun melangkah, iman adalah benteng terdepan bagi kita,” jelasnya. Begitupun dengan indatu, kita sudah seharusnya menjaga nama baik bangsa dan negara.
Ust umar mencontohkan hendaknya bahasa daerah harus bisa dikuasai sebagai bahasa indatu. Sesekali ustaz umar yang juga pimpinan dayah mini Menzil tersebut ikut menghibur para jamaah dengan nyanyian dakwahnya yang diikuti oleh ratusan pelajar yang hadir.
Ustaz Umar menambahkan bahwa orang yang memakmurkan mesjid ialah orang – orang yang beriman. Innamal mukminuna ikhwah “Sesungguhnya mukmin itu bersaudara”.Kemudian orang-orang yang mendirikan shalat dimesjid dan juga orang yang membayar zakat. “Letakkanlah Allah diatas segala galanya maka kamu akan menjadi orang yang bahagia,” jelasnya.
Diakhir ceramahnya, ustaz yang pandai berhumoris ini mengatakan bahwa runtuhnya islam karena ukhwah yang sudah tdak ada lagi, hedaknya selaku sesama muslim sering menyapa antar sesama dengan senyuman, saling maaf memaafkan saat terjadi pertikaian.
http://perhubungan.bandaacehkota.go.id/v3/ustaz-umar-rafsanjani-masjid-markaz-dakwah-paling-besar/
SHARE :
 
Top