Lamuri-Sumut. Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia (ACT - MRI) Sumut Melakukan aksi Solidaritas Suriah, Minggu (13/09) di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara. 

 Zulham Effendi selaku Head Office ACT Medan mengatakan saatnya kepedulian bangsa Indonesia. Sudah ribuan jiwa melayang dalam perjalanan mencari suaka, amat aneh bahkan mengugat keimanan sebagai umat beragama, jika tidak melakukan apapun. Pedulikan sesama adalah wujud kemanusiaan, sebutnya. 

Sementara itu Munandar Selaku Sekjen MRI Sumut menegaskan aksi ini adalah sebagai mata rantai penyelamatan kemanusiaan, bukan saja untuk pengungsi tapi juga untuk rakyat Indonesia yang membiarkan tragedi kemanusiaan ini terjadi tanpa berbuat apa-apa. 

Selain itu M. Syahnan selaku Ketua KGB di dampingi Ketua KGB Belawan Jalal serta Fajrol Haque yang merupakan perwakilan KMI Mikroskil mengatakan, bahwa permasalahan kemanusiaan suriah perlu uluran tangan dari masyarakat Indonesia. 

Hal senada disebutkan Bobby Irawan Selaku Ketua Umum PRISMA bahwa mebantu menyelamatkan rakyat Suriah dari ancaman kematian dan pemenuhan kebutuhan dasar bisa disuarakan melaui berbagai cara yang mungkin dilakukan. “Hentikan kekerasan di Suriah. Pastikan badan-badan dunia pro kemanusiaan mengambil langkah nyata ke arah penghentian kekerasan yang memicu pengungsian besar-besaran rakyat Suriah ke berbagai negara" Imbuh Bobby. 

Untuk diketahui aksi ini merupakan bagian dari keprihatinan masyarakat dunia yang kembali terbelalak dengan tragedi kemanusiaan terbesar abad ini pasca ditemukannya jasad seorang bocah imigran suriah, Alyan Kurdi (3),yang tenggelam dan terdampar di pantai Turki. PBB melaporkan diperkirakan 7,6 Juta orang Suriah mengungsi, setengah dari 23 juta warga negara suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak. 

Mereka tercerai berai, ada yang masih bertahan di negaranya atau menyelamatkan diri melintasi perbatasan berbagai negara. Mereka memutuskan melarikan diri setelah melihat kenyataan wilayahnya menjadi arena perang. Kini ratusan Ribu pengungsi Suriah Mencoba melakukan perjalanan berbahaya melintasi laut Mediterania dan Turki ke Yunani. Mereka berharap menemukan masa depan yang lebih baik di Eropa. 

Mereka melakukan perjalanan bermil-mil, berhari-hari dan kebanyakan pada malam hari, demi menghindari penembak jitu atau tertangkap serdadu yang memaksa pemuda sipil ikut mengangkat senjata. Pada tahun ini PBB memprediksi mungkin ada 4,27 juta pengungsi Suriah pada akhir 2015. Sebuah eksodus terburuk sejak genosida Rwanda 20 tahun lalu. (Reportase : Akhi Munandar-Sumut)

Foto Terkait :





SHARE :
 
Top