ads1

Foto: IST
LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH - Anggota DPD RI Perwakilan Aceh Drs Ghazali Abbas Adan mengatakan para politisi sejatinya harus mengedepankan iman dalam setiap aktivitas politiknya. Pasalnya jika politisi masih mengedepankan iman dalam aktivitas politiknya maka itu akan menjamin mareka untuk melaksanakan politik secara halal dan santun.

“Sebagai seorang muslim, pertanggungjawaban itu tidak hanya soal didunia saja, tapi juga ketika berada di alam kubur. Dan itu merupakan pintu pertama pertanggungjawaban, termasuk tanggungjawab dalam hal politik. Bagaimana kita melakukan praktek politik selama didunia. Ini berbicara masalah iman,” kata Ghazali Abbas pada kegiatan rapat dengar pendapat di Aula Kantor Kesbangpol Aceh, Minggu (22/04).

Kegiatan yang mengambil tema “Praktik Politik Halal Cerminan Perilaku Politisi Beradap dan Terhormat” itu diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Islam (GPI) Aceh. Nara sumber yang dihadirkan yakni Anggota DPD RI Ghazali Abbas Adan, Tokoh Poltik Zaini Djalil SH dan Ketua KKR Aceh Dr Fajran Zain.

Anggota Komite IV DPD RI ini menambahkan, masyarakat Aceh harus cerdas dalam memilih calon perwakilan rakyat untuk duduk di parlemen. Dan ketika sudah terpilih nantinya mereka tidak lupa dengan masyarakat yang memberikan hak suaranya.

“Jangan memberikan suara hanya untuk mendapatkan uang dari para caleg, tetapi berikanlah hak suara anda kepada caleg yang benar-benar memiliki kemampuan dan kepedulian kepada rakyat. Dari itu pilihlah tokoh-tokoh yang betul-betul mampu mengembang amanah rakyat,”paparnya.

Mantan Abang Jakarta ini juga mengharapkan agar masyarakat harus mengkritisi siapapun politisi yang berperilaku haram. Jadi harus sama-sama menjaga politik halal di Aceh terutama pada peserta pemilu baik itu calon legislatif maupun partai politik.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, masyarakat luas adalah sebagai intrumen sangat penting untuk mewujudkan politik halal di Aceh. Mereka harus sadar memahami mana politik halal dan haram.

“Ormas-ormas juga harus berteriak bila ada politik haram di Aceh. Harus melakukan demo agar kedepan politik di Aceh berlangsung secara halal dan damai, sehingga hasilnya Aceh akan melahirkan tokoh-tokoh masyarakat yang benar dan bertanggung jawab,” terang Ghazali Abbas.

Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari OKP, Ormas, Organisasi Paguyuban, Perwakilan Perempuan, BEM, Mahasiswa dan Media. (mur)
SHARE :
 
Top