ads1


Bangsa Agung
Karya : Muhammad Lutfi


Wahai bangsa agung
Yang peradabannya penuh dengan nilai sejarah
Pelaku-pelaku spiritual yang tinggi nilainya
Melihat air surga
Dan bayangan tentang hukum hidup dan mati
Itulah bangsa yang selalu dipenuhi oleh imigran
Dari negrinya sendiri
Suku beradab yang toleran kepada kemiskinan serta penindasan
Menumbuhkan sikap estetis dan kesan mendalam bagi yang mendengarnya
Itulah suku Jawa
Tetapi, jangan kalian sampai mengubah adat dan budaya
Setelah kalian serap nilai-nilai luhur multidisiplin dan multidimensional dari berbagai pengetahuan spiritual
Itulah mengapa kalian dipenuhi oleh cahaya keislaman,
Cahaya dari Tuhan yang maha kasih
Yang melimpahkan rahmat melalui beberapa manusia pilihannya
Perlu kusebutkan antara lain
Ulama dan para kiyai, serta para pejuang
Yang memberi kematangan pada konsep norma dan hukum yang berlaku
Demi keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat
Setelah itu, musnahkanlah keraguan
Dan tataplah mendalam filosofi dasar Negara
Maka akan kalian temukan surga
Yang dihuni oleh beragam-ragam manusia yang berbeda
Yang perlu kalian semua ketahui
Keadaan mereka, krisis yang dialami mereka
Serta keadaan batin yang bagaimanakah tentang suku yang pluralisme ini?
Maka jawabannya tetaplah kehidupan yang beradab

Solo, 5 Maret 2018


Merdeka Kembali
Karya : Muhammad Lutfi

Mengenal cara merdeka yang penuh dengan sungai dan jalan syahid
Demi kemerdekaan dan perolehan hak
Yang semestinya dilakukan dengan hidup bekerja dan mengasuh anak-anak
Tapi mereka korbankan waktu dan ruang mereka
Demi kemerdekaan

Masih ingatkah waktu kepulan asap dan sistem kapitalisme
Membabat sistem feodalisme yang sudah rusak
Karena tidak sesuai dengan keadaan zaman
Masih ingatkah sistem imperialis
Yang membunuh masyarakat yang masih mengkhultuskan raja
Yang demi memenuhi kebutuhannya, agar dia puas
Mengambil istri dan membantai orang
Bahkan teman dan saudaranya sendiri
Itu karena sistem raja dan feodalisme adalah sistem yang tidak sesuai dengan keadaan bangsa dan masyarakat yang hidup beragam-ragam ini.
Sistem yang paling tepat bukanlah monarki maupun oligarki
Sistem yang paling ideal demi kemajuan dan kedamaian Negara ini
Hanyalah demokrasi
Suara rakyat di atas suara lembaga pemerintahan
Karena rakyat tidak memiliki uang dan tak mungkin korupsi
Justru sistem pajaklah yang dimonopoli oleh partai dan dewan perwakilan.
Dan suara rakyat yang bergemuruh adalah suara ribuan jiwa yang selalu menyebut keagungan Tuhan.

Solo, 5 Maret 2018


Dekonstruksi Sistem Pendidikan
Karya : Muhammad Lutfi

Aku bertanya,
Apakah pentinya pendidikan sekarang ini?
Jika sistem birokrasi sudah dikuasai oleh birokrat yang korup
Sehingga materi-materi yang tidak sesuai disumpal pada siswa-siswi
Perlu kalian ketahui semua,
Ilmu pengetahuan yang kalian pelajari adalah untuk membentuk akal dan nurani
Menuju konsep berpikir
Agar menjadi manusia yang seutuhnya manusia
Bukan manusia yang hanya menumbuhkan sifat Dajjal dan Iblis
Atau manusia yang tega memakan bangkai sesama manusia
Seperti Yajuj Majuj yang dikurung dalam sangkar baja
Dan tak berdaya bagai sebuah buaya di tengah-tengah gurun sahara.
Karena sifat yang tidak bisa ditoleran dan salah satu cara mencegah kelangsungan hidup di bumi
Hanya dengan memenjarakannya.

Seperti rumus asing dan bahasa yang tidak pernah kita mengerti tentang esensinya
Dan daya penempatannya dalam keluarga ataupun lingkungan.
Bertanyalah semuanya?
Perlu kalian ketahui, nilai dan kedudukan telah menjadi acuan sistem pendidikan
Yang berkiblat ke Barat
Yaitu menerapkan sistem materialisme yang menjadikan manusianya hedonisme.
Melupakan Tuhan dan moral, serta melakukan perbuatan seperti Ya’juj Ma’juj dan Iblis
Maka satupun tidak ada prestasi yang murni
Tidak ada hasil yang cemerlang
Dan semakin sistem ini diterapkan, maka kemanusiaan dan negaranya hanya akan mengalami kemerosotan dan degradasi.
Sehingga secara tidak sadar produk dari neo kapitalisme menggenggam budaya dan ekonomi.
Tidak akan ada harapan manusia yang mumpuni dan berkualitas,
Karena kecerdasan tidak diukur dari kepandaian dan kecakapan dalam ruang dan di depan golongan tertentu
Kelak kalian akan mengetahui siswa-siswi yang membawa peradaban maju atau degradasi peradaban
Yang membumihanguskan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dari Negara subur dan berpotensi.

Solo, 5 Maret 2018

Saudara Kami
Karya : Muhammad Lutfi

Apakah agama mengajarkan kalian memusuhi saudara kalian
Yang sama-sama menyembah Tuhan dan mengharap syafaat dari Rasul yang sama
Yang sama-sama belajar dan membaca kitab yang sama
Yang berjuang membawa nilai moral dan norma dalam perfektiftivitas hidup,
Tidaklah pernah diajarkan oleh Mustafa
Manusia pilihan yang dipenuhi oleh cahaya Tuhan, Jibril, dan para kekasih mulia.
Dia mengajarkan cara meredam diskriminasi dan mendamaikan permusuhan
Dia mengajarkan cara salam dan berzakat
Yang bertujuan memacu visi dan misi yang kalian emban,
Orientasi yang ‘Rahmatan Lil A’lamiin’.

Apakah Tuhan menyuruh kalian membakar dan merobohkan tempat-tempat orang-orang yang sudah tak berdaya
Dibalik ketidakmampuannya menghadapi kelompok yang mayoritas besar ini,
Mereka ketakutan dan sekali-kali tak berdaya

Apakah kalian harus menyalakan dendam dan permusuhan
Untuk menggolong-golongkan paham kalian
Walaupun ternyata kalian ketahui bahwa sumber pemahaman kalian adalah kitab dan akhlak Rasul,
Kalian adalah sayap-sayap Malaikat yang memberi pengayoman,
Kalian adalah mata-mata Malaikat yang mengawasi keadaan zaman penuh ketajaman dan hakikat
Kalian adalah tangan-tangan para sahabat yang merentang dan mengulurkan sifat-sifat Allah.

Solo, 5 Maret 2018


Kepada Warisan Bangsa
Karya : Muhammad Lutfi

Kunyatakan suatu hasrat untuk kapasitas intelektual bangsa yang memuncak
Sudah tidak terbendung puncak keinginan bangsa ini
Untuk menggapai kemajuan modernisme
Baik secara psikis, fisik, dan IPTEK.
Tapi aku tegaskan bahwa keinginan menguasai segala bentuk produk dan teknologi tersebut
Membuat sisi lain kemanusiaan menginginkan bentuk sebagai objek maupun subjek.
Manusia yang melakukanpercobaan pada bahan-bahan kimia
Seringkali mengingkari sifat manusia yang selalu berlebih-lebihan

Zaman modernisme memunculkan dogma tentang bentuk ideal tubuh yang diprioritaskan
Diimplikasikan dalam hal yang tidak semestinya.
Kunyatakan sekali lagi bahwa sisi kemanusiaan menjadi dualisme
Sudah rusak diambang waktu dan kepunahan zaman.

Akankah nanti kalian semua berlarian menyebut bagian-bagian yang matang yang sering kalian imajinasikan
Atau bersembunyi sambil merintihkan airmata penyesalan,
Aku bertanya pada bangsa dan kawan-kawan semua.

Dunia ini terlalu kecil bagi memanen amal kebajikan,
Yang nyata-nyata besar dan tak terhingga adalah yang tak terbatas
Yang tak tercapai karena belum pernah kita lihat,
Yaitu alam akhirat yang difiksikan oleh para filsuf
Dan alam akhirat yang direalitaskan dalam implikasi sehari-hari oleh wakil-wakil Rasul Tuhan

Sadarilah kedudukan manusia yang beribu-ribu atom menyusun tulang dan sulbi
Hingga menyisakan sebuah nur Ilahiyah pada penggunanya
Yang menyalakan dunia dan Padang Mahsyar.
Bersuarakan wujud dan kata yang konkret
Kita beraliansi menuju perubahan,
Menuju Revolusi Mental
Yaitu integritas memprioritaskan iman dan kepercayaan pada yang mempunyai hidup dan mati.
Bermuara pada yang awal dan akhir.

Solo, 5 Maret 2018

Biodata Penulis 

Penulis bernama Muhammad Lutfi. Lahir di Pati pada tanggal 15 Oktober 1997. Menulis puisi dan sajak yang terangkum dalam berbagai antologi bersama para penyair lainnya. Mempunyai dua buah buku puisi. No.Hp; 081390553738. FB; Muhammad Lutfi. E-Mail; ahmadsusendra79@yahoo.com. Sekarang berstatus sebagai mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Alamat; Desa Tanjungsari, RT.01/ RW.02,Kecamatan jakenan, Kabupaten Pati, JATENG.

SHARE :
 
Top