Loading...

Irjen Kemenag RI Prof Dr Phil HM Nur Kholis Setiawan, MA saat mengisi materi diklat kepada para penyuluh Non PNS angkatan Xl dan Xll di aula BDK Aceh, Rabu (27/6/2018). FOTO: HUMAS DAN PROTOKOL BDK ACEH
LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH - Inspektur Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr Phil HM Nur Kholis Setiawan MA, Rabu (27/06) mengunjungi Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh di Banda Aceh. Kunjungan tersebut selain untuk memenuhi undangan Kepala BDK Aceh juga dalam rangka bersilaturrahmi sekaligus untuk mengisi Diklat untuk para penyuluh.

Saat ini BDK Aceh sedang menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) untuk Penyuluh Non PNS Angkatan Xl dan Xll yang berlangsung sejak tanggal 25 s/d 30 Juni 20l8. Diklat tersebut dikuti oleh 80 peserta dan merupakan Diklat penyuluh terakhir untuk tahun 20l8. Dan untuk para penyuluh lainnya yang belum dipanggil, akan didiklatkan pada tahun yang akan datang.

“Merupakan suatu kehormatan tersendiri bagi Keluarga Besar BDK Aceh atas kunjungan Irjen Kemenag RI ini. Insha Allah kedepannya kita juga akan mengupayakan secara khusus agar Menteri Agama RI untuk bisa berhadir juga di BDK Aceh,” kata Humas dan Protokol BDK Aceh Nazarullah SAg MPd

Menurut Nazarullah kehadiran M. Nur Kholis Setiawan di BDK Aceh, menjadi catatan sejarah tersendiri bagi BDK Aceh. Pasalnya sejak kepemimpinan BDK Aceh dipegang oleh Salman Al Farisi SAg MPd telah banyak Pejabat Tinggi Kementerian Agama Republik Indonesia yang hadir memenuhi undangan sekaligus menjadi pemateri utama pada setiap kegiatan diklat. 

Mareka yang sudah pernah hadir di BDK Aceh diantaranya adalah Prof Dr Abdurrahman Mas'ud PhD, Drs H Saeroji MM, Dr H Mahsusi MM, Dr M Kusoy Fadlyan MSi dan Dr H Rohmat Mulyana Sapdi MPd. 

Kepala BDK Aceh Salman Al Farisi SAg, MPd menjelaskan kehadiran para Pejabat Tinggi Kementerian Agama Republik Indonesia ini disamping untuk bersilaturrahmi, juga dijadwalkan untuk membekali peserta Dilat yang dipusatkan di Kampus Balai Diklat Keagamaan Provinsi Aceh. 

Menurut Salman, hal ini dilakukan agar para pejabat di Jakarta bisa melihat langsung kondisi kantor, ruang belajar dan asrama BDK Aceh. Dimana kondisinya memprihatinkan.

“Dengan mereka melihat langsung, kita berharap mareka akan tergugah hatinya dan akan menyuarakan dukungan mereka dalam hal percepatan pembangunan Kampus Balai Diklat Keagamaan Aceh di Kuta Malaka, Samahani, Aceh Besar. Tanahnya sudah ada, tapi pembangunan fisiknya belum jelas hingga sekarang,” kata Salman.

Sementara itu Prof Dr Phil HM Nur Kholis Setiawan, MA saat mengisi materi diklat kepada para penyuluh Non PNS angkatan Xl dan Xll di aula BDK Aceh, menyampaikan program-program Kementerian Agama ke depan. Program-program tersebut diantaranya peningkatkan kesejahteraan dan fungsi para penyuluh di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang beragam suku, bangsa dan Agama. (murdani/naz)
SHARE :
 
Top