Loading...

LAMURIONLINE.COM | KOTA JANTHO - Bupati Mawardi Ali bersama Sekda dan beberapa Pejabat lainnya melaksanakan sholat Idul Fitri 1429 H bersama masyarakat Kota Jantho di halaman Mesjid Agung Al Munawwarah, Aceh Besar, Jum'at (15/06) pagi.

Imam Besar mesjid Agung Al Munawwarah Tgk Abah Junaidi bertindak selaku Imam Shalat Ied, sedangkan khatib diisi putra Sulung Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk M Abrar bin Husaini, yang saat ini menuntut ilmu di Dayah Tinggi Istanbul Turki. 

Tgk M Abrar yang tampil memakai jas abu-abu dan berkemeja dalaman putih serta kupiah hitam menegaskan bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan hakiki yang harus menjadi momentum dimana tidak lagi melakukan perbuatan mungkar di hari-hari mendatang.

"Tidak berhak menyambut hari kemenangan di Yaumil Idul Fitri bila tidak berjuang melawan hawa nafsu selama Ramadhan dan hari ini adalah kemenangan bagi orang beriman yang telah menunaikan zakat fitrah" tegas Abrar.

Muhammad Abrar yang masih berusia muda dan berumur 27 tahun ini dalam ceramah Idul Fitri menyampaikan bahwa ada 6 golongan masuk neraka tanpa hisab karena 6 sebabnya, pertama Pemimpin karena kedhalimannya seperti Fir'aun dan Namrud.

Kedua sebutnya, orang yang terlalu fanatik kesukuan yang menganggap dirinya paling benar dari yang lain, padahal yang paling tinggi derajat disisi Allah hanyalah orang yang bertaqwa. Ketiga, Para Tokoh dan Pejabat yang sombong dan takabbur. Keempat, pedagang yang khianat.

"Karena pedagang selalu diganggu syaithan dalam timbangan dan lain sebagainya sehingga pedagang yang jujur dianggap sedang berjihad" lanjut Abrar

Kelima, orang awam karena kejahilannya karena tidak mau menuntut ilmu dan tidak mau mencari kebenaran dan golongan keenam yang masuk neraka tanpa hisab adalah ulama yang penghasut dan dengki. 

"Akan datang suatu zanan dimana ulama menakut-nakuti manusia urusan dunia tapi mereka tidak takut, mengajak zuhud tapi mereka tudak zuhud" ujar Abrar lagi.

"Sebagai Bani Adam kita harus menerima dan ridha atas rizki seberapapun pemberian dari Allah dengan bersyukur maka Allah SWT akan menjadikan hati dan badan menjadi tentram dan Hari raya yang patut kita rayakan bukanlah hari ini saja, namun hari yang kita lalui tanpa dosa juga merupakan hari raya bagi ummat muslim" lanjutnya.

Dok. Sirathallah
Setelah pelaksanaan Sholat dan Khutbah Idul Fitri, Bupati bersalam-salaman dengan masyarakat dan bersama-sama menikmati sajian jamuan berupa kuah beulangong di halaman mesjid tersebut. (Sirathallah)
SHARE :
 
Top