Loading...




Lahir di Bueng Pageu, Aceh Besar, 04 Maret 1983, dari pasangan ayahanda Ibrahim Budiman dan Ibunda Ruhamah Tgk Ali,  pria humoris namun berjiwa sosial tinggi ini punya segudang pengalaman di kancah perpolitikan. Sarjana Hukum Islam ini sejak kecil sudah dikenal aktif berwara-wiri di seluruh pelosok Aceh Besar. Tujuannya hanya satu, menjalin silaturrahmi dengan berbagai lapisan masyarakat kelas bawah dan menengah. Selain itu, kalangan atas pun menjadi motor penggerak utamanya dalam hubungan diplomatis menuju Pileg 2019.

Amrizal, begitu akrab ia disapa,  menempuh pendidikan di SDN Blang Bintang (1989-1995), kemudian melanjutkan pendidikan di SMP dan SMA Islam Abu Lam U (1995-2001). Selama aktif di Ponpes, Amrizal tercatat pernah menjadi ketua OSIS. Sementara gelar sarjananya di dapat di UIN Ar –Raniry (dulu IAIN-red)  pada tahun 2007. Pria yang mudah diajak bicara ini pernah menjadi Sekretaris GP Anshor Cabang Aceh Besar tahun 2009. Amrizal juga pernah menjadi Sekretaris Rabithah Taliban Aceh (RTA) Cabang Aceh Besar pada tahun 2006.

Di Senayan, Jakarta, Amrizal dikenal piawai dalam menjalin hubungan kerja dan menjadi mitra penyampaian aspirasi masyarakat dari Aceh. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi partai kebanggaannya yang berisikan ulama, tengku-tengku dayah di Aceh dan para pejuang islam di bawah panji Nahdatul Ulama (NU). Ia juga pernah menjabat sebagai Pembina Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Aceh selama periode 2015 sampai 2016, sebuah organisasi pelajar Nahdliyin yang berdiri pada tangga 24 Februari Tahun 1954 di Semarang.

PKB tidak asing lagi baginya, di mana ia sudah lama mengenal dan terlibat dalam segala aktivitasnya. Tamat dari Pondok Pesantren Al Falah Abu Lam U tahun 2001, dirinya telah bergabung bersama PKB dan dipercaya sebagai Wakil Sekretaris DPC PKB Aceh Besar. Lalu, tahun 2006 menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Aceh Besar. Ia yakin, PKB bisa menjadi partai pemersatu islam dalam masyarakat. Kiprahnya pun di PKB terus berlanjut, tahun 2008, Amrizal merangkap sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Aceh, dimana pada saat itu, segala aktifitas pemberkasan administrasi Caleg DPRA kantor DPW PKB Aceh pindah ke kantor DPC PKB Aceh Besar, menghadapi Pileg 2009. Berangkat dari itu, di pesta demokrasi tahun 2019 ini, Amrizal SHi, ikut mencalonkan diri sebagai Caleg DPRA Dapil I Wilayah Pemilihan Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang.

Selain di IPNU, pria yang juga dikenal suka bersilaturrahmi ke berbagai lapisan masyarakat ini juga pernah menjadi Pembina Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMA SABA) Provinsi Aceh tahun 2012 – 2014 dan Anggota Forum Silaturrahmi Aceh Besar (2016-2017). Kedekatannya dengan masyarakat kelas bawah serta orang yang membutuhkan, terlihat ketika ia terlibat dalam Program Bedah Rumah Se-Aceh Besar.

Amrizal SHi, juga dipercaya menjadi Koordinator Bedah Rumah Fakir Miskin di Desa Reudeup Kecamatan Montasik, Aceh Besar, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan terpenuhinya kehidupan yang layak bagi fakir miskin. Keprihatinannya terhadap masyarakat miskin terus ia lakoni, termasuk merehab beberapa rumah di Gampong Lambaro Bileu Kecamatan Kuta Baro, Gampong Baet Meusago Kecamatan Sukamakmur, Gampong Cot Malem dan Gampong Blang Kecamatan Blang Bintang. Sosok Amrizal, ayah dari tiga orang anak ini bukanlah sosok yang asing bagi kebanyakan orang. Aktifitas sosialnya di berbagai bidang dan kalangan menjadikannya dikenal oleh banyak pihak.

Beberapa program terkait kepemudaan dan mengurangi angka pengangguran juga ia lakukan, termasuk mensupport pemuda di bidang olahraga. Tak segan, ia juga memberikan bantuan sarana bangunan dan peralatan untuk beberapa pesantren yang berada di wilayah Aceh Besar dan sekitarnya. Bagi kawula muda, ia pernah merealisasi beberapa kursus dan ketrampilan berupa pelatihan computer, servis HP dan sablon, serta memberdayakan kaum perempuan melalui pelatihan menjahit.

Tahun 2010, Amrizal yang beristrikan Eka Misrina SPd yang berdomisili di Desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar ini menjadi Sekretaris Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Aceh dan merupakan Sekwil termuda diantara sekwil PKB Se Indonesia kala itu. Jabatan sekwil PKB Aceh masih dijabatnya hingga saat ini.(red)

SHARE :
 
Top