Loading...

Tim Pengabdian Masyarakat dari dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) foto bersama dengan mahasiswa pada kegiatan pengolahan sampah menjadi pupuk organik dan bioenergi di Asrama Mahasiswa Unsyiah, Kopelma Darussalam, Banda Aceh. dok. IST
LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH -Tim Pengabdian Masyarakat dari dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengolah sampah yang berasal dari asrama mahasiswa menjadi pupuk organik dan Bioenergi di Asrama Mahasiswa Unsyiah, Kopelma Darussalam, Banda Aceh. 

Tim tersebut terdiri dari Prof. Dr. Ir. Husni Husin, MT, Wahyu Rinaldi, ST, M. Sc dan Ustaz Enzus Tinianus, SH, MH. 

Ketua tim Husni Husin, kamis, (31/10) mengatakan kegiatan program pengabdian masyarakat berbasis produk ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan tentang tata cara konversi sampah asrama menjadi poduk yang berguna, yaitu kompos organik.

"Sasaran utamanya adalah UPT asrama dan resimen mahasiswa. Kedua mitra ini akan diperkenalkan teknologi konversi sampah terutama menjadi produk kompos," kata Husni Husin. 

Dosen teknik ini menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan karena adanya permintaan dari Pembina Asrama Mahasiswa kepada tim Dosen untuk mengelola sampah asrama. Pimpinan asrama merasa kewalahan dalam mengelola sampah dikarenakan kekurangan tenaga dan biaya. 

Akibatnya tumpukan sampah di Asrama semakin hari semakin bertambah banyak dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Apalagi jika petugas pengambil sampah tidak datang.

"Berawal dari hasil diskusi dengan pimpinan Asrama Mahasiswa, maka Tim Pengabdian Masyarakat dari Unsyiah berinisiatif untuk mengelola sampah asrama menjadi produk-produk yang berguna. Realisasi penerapan kegiatan ini akan dilakukan melalui sosialisasi manfaat kompos melalui Pengabdian Berbasis Produk," kata Husni Husin. 

Anggota tim Wahyu Rinaldi, menambahkan dalam pelaksanaannya para mahasiswa dan tenaga kebersihan dipandu pengenalan teknologi konversi sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat secara ekonomi.

Dimana program pembuatan produk kompos yang berbasis teknologi tepat guna itu dilakukan melalui kegiatan pelatihan, demontrasi, aplikasi dan evaluasi. 

"Target khusus yang ingin dicapai adalah mengaplikasikan produk hasil pengabdian yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai upaya pengurangan sampah dan pendididkan kewirausahaan untuk mahasiswa. Luaran dari program ini berupa produk kompos dan akan dipublikasikan pada jurnal Pengabdian Masyarakat Unsyiah," kata Wahyu. 

Sementara anggota tim lainnya Ustaz Enzus Tinianus menambahkan melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat tercipta suatu lingkungan yang nyaman dan terbebas dari sampah serta peningkatan nilai tambah sampah (adding value). Selain itu pengurus asrama berharap melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsyiah agar dapat membantu memecahkan masalah-masalah sampah di Asrama Mahasiswa.

"Islam mengajarkan ummatnya untuk senantiasa hidup bersih di kehidupan sehari-hari. Dari itu kita berharap melalui kegiatan ini akan menyadarkan kita semua akan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan sehingga suasana belajar pun akan terasa nyaman dan tenang. Selain itu sampah pun akan bernilai guna," pungkas Ustaz Enzus. (murdani)
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top