Loading...



Oleh Sayed Muhammad Husen
Pemimpin Redaksi Gema Baiturrahman


”Betapa banyak orang yang shaum, tidaklah memperoleh  apa-apa baginya dari shaumnya selain lapar, dan betapa banyak orang yang mendirikan shalat, tidaklah memperoleh apa-apa baginya dari shalatnya kecuali lelah”. (HR  Ad-Darimi dari Abu Hurairah r.a) 

Sejak awal Ramdahan kita bertekad berpuasa wajib selama satu bulan penuh secara sempurna, dengan memperhatikan segala syarat dan hal-hal yang membatalkan pahala puasa. Dengan harapan, puasa akan mengantarkan kita pada target akhir mencapai ketakwaan dan dampak lain yang kita bisa peroleh dari ibadah yang langsung mendapat imbalan dari Alah Swt itu. Satu dampak positif puasa Ramadhan adalah kita dapat melatih dan mengendalikan diri supaya lebih positif, produktif dan bermanfaat bagi alam sekitar. 
   
Rasulullah saw mengingatkan supaya puasa Ramadhan yang kita sambut dengan rasa bahagia dan gembira memberi pahala yang berlipat ganda dan  memperoleh hikmah yang besar. Tidak sia-sia berpuasa sebulan penuh, yang hanya menahan lapar dan dahaga, sebab kita luput menghindari hal-hal kecil yang dapat mengurangi pahala puasa. 

Bukankan suatu kerugian jika hanya haus dan lapar saja akibat puasa? Atau, paling kurang hanya
lepas dari kewajiban menjalankan puasa, sementara esensi puasa belum bisa kita capai. Belum menjadi pribadi yang disukai banyak oarang, berprestasi dalam belajar atau pekerjaan, serta mampu melakukan berbagai perbaikan dalam masyarakat. Mestinya orang-orang yang telah ditempa sebulan penuh oleh puasa, akan lebih bermanfaat bagi bangsa, agama dan negara ini.  
 
Pengendalian diri orang-orang yang sedang berpuasa adalah menghindari hal-hal yang membatalkan puasa misalnya ghibah, menyebarkan hoax, berdusta, memandang dengan birahi, berkata kotor, dan berbagai keburukan lainnya. Termasuk juga di dalamnya membahas, menulis dan mengkritik orang lain melalui media sosial tanpa disertai data dan analisis yang obyektif. Semua ini sebenarnya puasalah yang membantu kita untuk mengendalikan diri untuk tidak melakukannya. 

Mamang kita maklumi, bahwa kita sedang berada pada era yang sangat terbuka, serba publikasi dan hampir semuanya “telanjang”. Semua yang kita pikirkan, kita lakukan dan kita sembunyikan di rumah, pasti merasa “bangga” diketahui orang lain. Alasannya sebagai syiar dan inspirasi.  Kadang kala tanpa pengendalian diri yang baik, kita pun akhirnya terjebak memposting hal-hal yang tak perlu dan kurang bermanfaat bagi publik. Lagi-lagi puasa akan akan membantu kita untuk mampu menyeleksi data dan informasi yang kita lepas ke dunia maya. 

Untuk itu, Rasulullah mengingatkan kita untuk berpuasa dengan disertai pengendalian diri dari perbuatan dan perkataan dosa  yang dapat merusak nilai puasa. Kita harus cukup hanti-hati merawat amal kebaikan yang kita kerjakan dan menghindari dosa-dosa kecil yang mungkin kita kerjakan setiap hari. Tentu saja hal ini dapat kita lalukan dengan pengendalian diri yang baik, berinteraksi dengan orang-orang positf dan lingkungan belajar/kerja yang mendukung pelestarian pahala puasa kita. 

Kita yakin bahwa puasa, shalat dan ibadah lain yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dan sempurna akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah Swt. Allah Swt  akan menghapus segala dosa dan menempatkan kita pada deretan oarang-orang yang bertakwa dan shalih, yaitu orang orang-orang terpilih yang doanya dikabulkan oleh Allah Swt, mudah rezeki, lancar belajar dan kariernya, serta bahagia dunia akhirat.  
 
Jadi puncak hikman ibadah puasa, kita mampu melatih pengendalian diri,  sehingga sepanjang tahun nanti kita dapat menghindari segala dosa, menghindari sumber rezeki yang haram dan tidak berbuat buruk kepada orang lain.  Demikianlah insan muttaqin, yang memberi manfaat yang besar bagi dunia maya, bukan justru ikut menyebarkan berbagai keburukan. Insan muttaqin yang terlatih oleh puasa mampu memilih bacaan dan tontonan yang bermanfaar, serta berupaya memproduksi konten yang bermanfaat pula. 

Semoga target puasa Ramadhan yang telah digariskan Alquran dapat kita capai secara sempurna: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi insan yang bertakwa” (QS Al- Baqarah: 183).  Tentu saja ketakwaan akan kita capai apabila diawali dengan semangat pengendalian diri selama satu bulan sepanjang Ramadhan. Semoga kita semua lulus dari latihan ini.*
SHARE :
 
Top