Loading...

dok. IST
LAMURIONLINE.COM I ACEH BARAT DAYA - Ikatan Pemuda Pelajar Islam Keude Paya (Ippika) menggelar kegiatan Musabaqah Qira'atil Kutub di Gampong Keude Paya, Kecamatan Blang Pidie, Aceh Barat Daya, 03 - 06 Juni 2020. 

Pada MQK I se-Gampong Keude Paya tahun ini diikuti 49 peserta. Ada 2 perlombaan pokok dalam MQK I tersebut, yaitu Lomba Membaca, Menerjemahkan dan Memahami Kitab Matan Taqrib dan Lomba Pidato yang terbagi dalam dua tingkatan, Dasar dan Menengah.

Ketua Umum Ippika, Tgk Rajul Ikbal, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat remaja gampong untuk terus membaca kitab-kitab salafiayah, karena pada masa sekarang hal tersebut sudah sangat tergerus oleh perkembangan teknologi yang tidak bisa terbendung. 

Lebih lanjut Tgk Ikbal menjelaskan kegiatan ini dilakukan dalam zona Gampong Keude Paya dimana juaranya nanti akan diberikan beasiswa prestasi untuk pendidikan dayah, yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang. 

Tgk Ikbal juga menambahkan melalui kegiatan seperti ini bisa meningkatkan perhatian masyarakat sekarang terhadap karya-karya besar ulama terdahulu dalam hal kajian kitab-kitab ulama salafiyah. 

Hal yang juga senada disampaikan Tgk Rahmul selaku Ketua Panitia MQK I, dalam kegiatan ini panitia mengusung tema "Menciptakan Generasi Ulama Gampong Keude Paya Yang Maju, Kreatif dan Berbudaya". 

"Kita mencoba mendorong kepada pihak pemerintah untuk memberikan dukungan dan perhatian yang lebih terhadap kegiatan ini kedepannya" ujar Tgk Rahmul.

Sementara Keuchik Gampong Keudee Paya, Baihaki, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga kepada panitia pelaksana yang selalu memajukan giat keagamaan dan memberikan nilai fositif di gampong Keude Paya. 

“Semoga MQK I Gampong Keude Paya ini bisa menjadi motivasi dan meningkatkan kader keagaamaan kita. Mari kita tanamkan semangat ukhuwah islamiah di tengah masyarakat Keude Paya yang kita cintai ini” ajak Keuchik. 

Terakhir Keuchik Baihaki menghimbau semua pihak untuk turut serta membantu melestarikan budaya membaca kitab tersebut. (saidus/rel)
SHARE :
 
Top