lamurionline.com --  Banda Aceh : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengatakan legislatif terus mendukung dan mendorong kinerja Baitul Mal Kota (BMK) dalam merealisasikan target pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari zakat di Kota Banda Aceh.



Hal tersebut disampaikan Farid Nyak Umar saat menerima kunjungan Baitul Mal Kota Banda Aceh, di ruang kerjanya, Rabu (27/1/2021).

Farid menjelaskan, pada tahun 2019 lalu Baitul Mal Kota Banda Aceh merealisasikan target PAD dari zakat sebesar Rp.16, 467 milyar (84%) dari target Rp 19,604 milyar, namun pada tahun 2020 terjadi penurunan realisasi PAD sebesar 75% (Rp 16,902 miliar) dari target sebesar Rp. 22,349 milyar. Sementara pada tahun 2021 target PAD dari zakat dinaikkan menjadi Rp. 24 milyar. Oleh Karena itu Baitul Mal perlu melahirkan terobosan yang inovatif dan kreatif demi tercapainya target realisasi PAD tersebut.

“Ini tentu sebuah progres yang harus ditingkatkan demi tercapainya realisasi PAD dari zakat pada tahun ini,” kata Farid.

Menurut Farid, terobosan inovatif yang dimaksud dengan memanfaatkan teknologi kekinian yakni, menyediakan layanan aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam menyalurkan zakat infaq dan shadaqah (ZIS) melalui gadget, apalagi Banda Aceh sebagai bagian dari smart city.

Lalu meluncurkan program Bulan Sadar Zakat dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan semangat dalam berzakat. Kemudian membuka posko atau counter penerimaan ZIS di tempat keramaian dan fasilitas publik dengan pelibatan tenaga penyuluh. Mengajak masyarakat bersedekah pada subuh hari melalui aplikasi yang dibuat oleh Baitul Mal, serta inovasi dan kreatifitas lainnya.

Diharapkan selama sebulan itu masyarakat bisa merasakan kesempatan baik untuk menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Kota.

“Pada bulan tersebut para khatib, dan penceramah juga dapat menyampaikan urgensi zakat pada setiap ceramah dan mimbar Jumat dengan bahan yang disiapkan oleh Baitul Mal,” katanya.

Pemerintah kota dan DPRK lanjut Farid, sudah bersepakat saat pembahasan APBK Tahun 2021 agar dilakukan assessment atau penilaian terhadap potensi zakat di Banda Aceh. Hasil assessment tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penentuan target PAD, khususnya pada sektor zakat untuk tahun berikutnya.

Selanjutnya, Ketua DPRK juga meminta Baitul Mal Kota agar selalu melakukan koordinasi dengan Komisi I DPRK selaku mitra kerja, guna menindaklanjuti terkait hal teknis tersebut. Termasuk pencapaian anggaran dan kebutuhan lainnya yang memberi pengaruh terhadap peningkatan PAD.


Meningkatkan Transparansi

Politisi PKS ini juga menyampaikan, Baitul Mal harus terus meningkatkan transparansi pengelolaan dana zakat agar kepercayaan publik semakin meningkat. Selama ini DPRK terus memantau kinerja Baitul Mal Kota.

“Dengan adanya transparansi maka akan meningkatkan partisipasi publik, sebab masyarakat dapat mengetahui dan memastikan dana yang disalurkan ke Baitul Mal diserahkan kepada yang berhak,” ujarnya.



“Selama ini kami melihat sudah ada upaya untuk menunjukkan transparansi itu berupa pemasangan baliho dan spanduk yang disampaikan kepada publik,” tambahnya.

Farid berharap, transparansi tersebut juga dapat dipublikasi ke media cetak secara priodik atau dengan membuat brosur (leaflet) yang dibagikan kepada Muzakki sehingga semakin timbul kepercayaan masyarakat bahwa ketika mereka menitipkan amanah berupa ZIS dapat disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

DPRK juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Baitul Mal Kota Banda yang telah mendapat penghargaan dari BAZNAS dalam hal pengelolaan zakat terbaik di Aceh bahkan nasional.

“Kita harap Baitul Mal Kota Banda Aceh agar terus bekerja keras dengan melahirkan program yang inovatif dan peka dengan kondisi yang ada, sehingga target yang telah disepakati oleh Pemko dan DPRK tercapai sebagaimana harapan kita bersama,” tutur Farid Nyak Umar.

Sementara itu, Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Asqalani, menyampaikan, kunjungan mereka ke DPRK Banda Aceh untuk menyampaikan progres yang sudah dilakukan pada 2020 dan perencanaan pada tahun 2021. Dimana pada tahun 2020, Baitul Mal telah menyalurkan ZIS berdasarkan alokasi asnaf sebesar Rp 15,385 milyar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 11.536 orang.

Dengan laporan atau informasi yang sudah dilakukan selama ini, pihaknya menginginkan dukungan dari pimpinan DPRK terhadap hal yang dilaksanakan pada tahun mendatang. Baik dari segi program, anggaran maupun aktivitas kegiatan Baitul Mal agar selalu diberi masukan dan pantauan.

“Sehingga target yang sudah direncanakan dapat tercapai, mustahik itu lebih sejahtera dan muzakki lebih percaya kepada Baitul Mal,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Wakil Ketua I Usman dan Sekretaris Dewan, Tharmidzi. Sementara dari Baitul Mal hadir Asqalani selaku Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh dan anggota Aisyah, Muzakkir Hanka, Abdul Munir, Suria Darma, serta Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota, Wahyudi. Turut serta juga tenaga profesional, Mawaddah, dan tenaga programer, Aqmal. (Sdm/Ril)

SHARE :
 
Top