Sekretaris Yayasan Waqaf Haroen Aly (YWHA), Tgk H Irawan Abdullah, S.Ag saat membuka pelatihan dan workshop perangkat pembelajaran dan simulasi pelaksanaan pembelajaran untuk Guru SMP & SMA Dayah Darul Quran Aceh (DQA) mulai 12-13 Januari 2021 di Hotel Pertama Hati, Banda Aceh. 

LAMURIONLINE.COM I ACEH - Yayasan Waqaf Haroen Aly (YWHA) yang menaungi Dayah Darul Quran Aceh (DQA) menggelar pelatihan dan workshop perangkat pembelajaran dan simulasi pelaksanaan pembelajaran untuk Guru SMP & SMA di Dayah Darul Quran Aceh (DQA) mulai 12-13 Januari 2021 di Hotel Pertama Hati, Banda Aceh.

Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri dari Dewan Guru dan Staf Sekretariat Dayah DQA. Dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris YWHA, Tgk H Irawan Abdullah, S.Ag.

Adapun pematerinya yang sangat berkompeten dan para ahli di bidangya masing-masing. Diantaranya konsultan pendidikan UIN Ar-Raniry, Dr. M. Duskri, M.Kes, Kabid Pendidikan dan Pengembangan SDM DQA, Dr. Safrilsyah Syarief, M.Si, Mahdi Wahyuni Salam, M.Ed Ph.D, Dr. Nurchalis Sofyan, MA dan Muhammad Aulia, M.Ed Ph.D

Dalam sambutannya Tgk Irawan Abdullah menyampaikan seorang guru atau pengajar  tugasnya bukanlah hanya untuk mentransferkan ilmunya kepada santri atau pelajar. Akan tetapi yang lebih utama memberikan nilai-nilai karakter dan akhlak yang bisa menjadi suri tauladan dan panutan para santri. 

“Guru juga diharapkan dapat mengupgrade dirinya sendiri untuk  pengembangan SDM yang lebih handal dan profesional. Selain itu seorang guru juga di tuntut untuk bisa melayani dan berkomunikasi dengan masyarakat, terutama wali santri secara baik dan teratur,” kata Tgk Irawan Abdullah.

Sementara itu Direktur Dayah DQA Ustaz Hajarul Akbar Al Hafiz, MA menjelaskan kualitas seorang guru tidak hanya diukur dari tingginya pendidikan yang sudah ia tempuh. Namun juga harus memiliki wawasan yang luas dengan membaca buku atau mencari referensi lainnya.

“Selain itu juga sanantiasa berusaha meningkatkan kreatifitas diri yang produktif dan memiliki daya tarik terhadap santri ketika mengajar,” kata Ustaz Hajarul Akbar.

Peraih peringkat 13 dunia lomba hafiz 30 juz dan tafsir pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Internasional di Casablanca, Moroko tahun 2018 itu sangat mengapresisasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan upgrading untuk guru tersebut.

Ia menambahkan dalam pelatihan dan workshop itu juga dibahas dan dibedah beberapa grand desain pendidikan yang diajarkan di Dayah DQA. Diantaranya komisi akademik, karakter santri, tahfizh dan wawasan keislaman. Selain itu juga adanya bidang bahasa dan teaching method yaitu metode pembelajaran kreatif dan menarik.

“Grand desain pendidikan di Dayah DQA itu akan selalu di upgrade untuk menambah dan memaksimalkan kualitas para guru. Sehingga output dari para santri juga sesuai harapan dan menggembirakan,” jelas Ustaz Hajarul Akbar.

Ia menjelaskan dengan grand desain pendidikan yang baik itu diharapkan akan menghasilkan santri yang memiliki karakter qurani dan mampu menguasai keilmuan saint (IPA) dan humaniora (Agama dan sosial budaya) yang berstandar nasional dan  internasional.

Juga menghasilkan santri yang memiliki hafalan quran yang terstandar dan malakah serta pemahaman makna bacaaan alquran secara benar dan baik. Serta mampu berbahasa arab dan inggris secara aktif dengan baik dan benar yang berstandar internasional (TOAFL DAN TOEFL)

“Lebih dari itu juga memiliki wawasan keislaman yang luas, berpikir kreatif, inovatif dan secara universal berintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Tentunya harapan-harapan tersebut akan terwujud jika semua pihak berkontribusi aktif dan profesional dalam melaksanakannya,” pungkas Ustaz Hajarul Akbar. (murdani/rel)

SHARE :
 
Top