LAMURIONLINE.COM | SOMALIA – Baitul Mal Aceh (BMA) bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh membangun sumur untuk muslim Somalia, tepatnya di Desa Adandhere, Distrik Banadir, Mogadishu. 

Ketua Badan BMA, Prof Nazaruddin A Wahid mengatakan bantuan untuk pembangunan sumur tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Aceh terhadap saudara seiman di Somalia yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk melaksanakan kegiatan ini BMA bermitra dengan ACT Aceh yang memiliki perwakilannya di Somalia.

“Bantuan untuk program ini sebesar Rp230 juta yang bersumber dari dana zakat melalui senif fisabilillah. Dengan dana sebesar itu, insyaallah akan dibangun sampai selesai dan dapat dimanfaatkan oleh muslim di sana,” ungkap Prof Nazar Kamis (12/8).

Prof Nazar berharap dengan bantuan ini dapat membantu meringankan kesulitan muslim di Somalia dalam mendapatkan air bersih. Semoga pemanfaatan sumur tersebut dapat mengalir pahalanya kepada para muzaki yang telah memercayakan zakat mereka melalui Baitul Mal Aceh.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Aceh, Zulfurqan mengatakan proses pembangunanya sedang berjalan dengan baik. Bahkan menurutnya, penyelesaiannya sudah mencapai 60 persen. Pembangunan subur tersebut berdekatan dengan masjid setempat, selain dapat digunakan untuk berwudu juga dapat dapat dikonsumsi.

“Pada sumur tersebut nantinya dipasang pompa otomatis dan filter sehingga airnya layak dikonsumsi tanpa harus diolah lagi,” kata Kepala Cabang ACT Aceh, Zulfurqan.

Furqan menjelaskan, di sebagian tempat Somalia mengalami kekeringan dan banyak yang kekurangan air bersih. Apalagi mayoritas rakyat Somalia beragama Islam, sudah selayaknya masyarakat Aceh selaku saudara seiman ikut membantu saudara yang sedang mengalami kekeringan ini.

Ia menambahkan, pembangunan sumur dari Baitul Mal Aceh merupakan bentuk ikhtiar memenuhi kebutuhan air bersih muslim Somalia. ACT Aceh mengapresiasi sebesar-besarnya atas kerja sama ini sehingga saudara berlokasi jauh di sana dapat merasakan kehadiran saudara muslimnya dari Aceh.

“Air sumur tersebut nantinya dapat dinikmati masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ibadah. Mudah-mudahan dengan pemenuhan kebutuhan air dapat menambah kenyamanan mereka. Inilah bentuk persaudaran iman tanpa batas jarak dan waktu,” sambungnya.


Sebelumnya, kata, Furqan, pihaknya juga sudah membangun sumur atas nama Ureung Aceh di Palestina. Pembangunan sumur di Somalia ini menjadi catatan sejarah baru bagi Aceh, di mana kedermawanan masyarakat Aceh terus mendunia dari dulu hingga sekarang. 

“Mudah-mudahan kita tidak menjadi sombong dan terus meningkatkan kedermawanan kita. Insyaallah keberkahan akan menyertai kita semua.” tutupnya. (murdani/rel)

SHARE :
 
Top