LAMURIONLINE.COM I ACEH - Berlangsung secara virtual, pengawas madrasah di setiap kabupaten/kota yang tergabung  dalam Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawasmad) Provinsi Aceh mengikuti kegiatan Diseminasi Modul PPKB (Program Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan) Pengawas, Senin (13/09).

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Drs H Mukhlis MPd. Dalam arahannya Mukhlis menyampaikan salah satu fungsi pengawas ke depan adalah sebagai Quality Assurance (QA) yang sudah barang tentu akan mempunyai tugas yang sangat berat, dimana kesuksesan sebuah madrasah tidak terlepas dari pendampingan dan pembinaan para pengawas. 

“Salah satu tolok ukurnya adalah tercapainya akreditasi madrasah dengan nilai yang memuaskan”, kata Mukhlis.

Lebih lanjut ia menegaskan, pengawas hari ini harus mampu menjadi pengawas yang milenial, berliterasi dengan baik, memiliki karakter membangun madrasah serta harus mampu juga mengelola pemikiran yang berorientasi kepada Computational Thinking (CT). Diakhir sambutannya Mukhlis menyampaikan terima kasih kepada ketua Pokjawasmad Provinsi Aceh beserta jajarannya, yang telah memfasilitasi zoom meting sehingga diseminasi PPKB modul pengawas ini dapat terselenggara. 

“Selamat berdiskusi semoga Allah SWT. eelalu meridhoi kita semua” ujarnya.

Tampil sebagai pemateri, ketua Pokjawas madrasah Provinsi Aceh, Drs Nopia Dorsain. Dalam paparannya Nopia mengungkapkan, pengawas madrasah saat ini memiliki kewajiban dalam memahami materi pembinaan paling sedikit empat komponen, yaitu komponen kompetensi supervsi manejerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan serta komponen kompetensi penelitian dan pengembangan.

“Mari kita satukan visi, misi dan persepsi dalam upaya memahami semua regulasi yang ada” ajak Nopia. Semua regulasi yang disampaikan untuk kita laksanakan, semata-mata dalam upaya kita bersama menjadikan madrasah yang mandiri berprestasi guna melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia" tegas Nopia yang juga Master Trainer yang baru menyelesaikan pelatihan di Bogor (2- 5 September 2021).

"Pertemuan virtual ini dalam rangka disemasi awal ini diikuti oleh 110 dari 150 pengawas yang ada di Aceh. Selanjutnya  akan nada TOT yang difasilitasi oleh World Bank melalui Madrasah Reform kepada pengawas di seluruh Indonesia melalui pendampingan oleh  pengawas yang telah lulus training sebagai Fasilitator Provinsi" tambah Nopia.

“Mari selalu menjaga kekompakan, berikan sesuatu yang bermanfaat baik kepada kepala madrasah, para guru dan kepada segenap elemen yang membuat Madrasah itu tetap hidup”, tutupnya. (nurchaili/rel)

SHARE :
 
Top