LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH – Kementerian Perhubungan RI melalui Dirjen Perhubungan Udara diminta untuk menambahkan maskapai penerbangan ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar, provinsi Aceh. 

Saat ini penerbangan dari dan ke bandara kebanggaan masyarakat Aceh itu hanya dilayani oleh satu maskapai saja untuk rute aceh-medan (pp), Akibatnya harga tiket menjadi sangat tinggi dan jumlah penumpang pun menurun.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Banda Aceh, Fuadi Satria, Jumat (15/04).

“Kondisi tersebut tentunya akan sangat berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi dan investasi yang ada di Aceh, serta pemulihan ekonomi secara nasional. Seharusnya aktivitas di bandara SIM menjadi salah satu tolak ukur pemulihan ekonomi Aceh,” kata Fuadi Satria.

Fuadi Satria sangat berharap Pemerintah Aceh dan Kemenhub RI dapat segera memberikan solusi, salah satunya dengan menambah jumlah maskapai penerbangan ke Aceh. Hal itu tentunya akan sangat berpengaruh terhadap dunia usaha dan pariwisata yang ada di Aceh, apalagi saat ini pendemi Covid-19 di Aceh sudah menurun. 

Ia menjelaskan kondisi seperti sekarang banyak dikeluhkan oleh masyarakat yang bepergian menggunakan jalur udara, baik itu masyarakat luar yang hendak ke Aceh maupun warga Aceh yang hendak ke luar daerah. 

“Sebagai contoh pada pelaksanaan Muktamar IDI beberapa waktu lalu di Banda Aceh. Hampir semua yang mengikuti event nasional tersebut mengeluh dengan jumlah maskapai yang ada dan harga tiketnya yang sangat tidak wajar. Bahkan ada peserta yang transit di Kuala Namu dan menempuh jalur darat ke Banda Aceh. Hal ini tentunya menyebabkan aktifitas di bandara SIM menjadi lesu yang berakibat banyak para pekerja disana yang harus kehilangan pekerjaannya,” ujarnya.

Fuadi Satria menambahkan musim mudik lebaran sudah di depan mata, dimana Presiden Jokowi memprediksi jumlah pemudik secara nasional mencapai 85 juta orang. Jika kondisi penerbangan masih seperti sekarang ini, maka kondisi ekonomi Aceh akan semakin terpuruk dan lambat untuk pulih. Ini juga akan menghambat investor asing masuk ke Aceh

“Dari itu kami sangat mengharapkan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat segera mengambil kebijakan-kebijakan yang pro kepada rakyat. Sehingga roda perekonomian di Aceh akan berdenyut normal kembali dan pendapatan rumah tangga masyarakat Aceh juga meningkat,” tutup Fuadi Satria. (murdani/rel)

SHARE :
 
Top