lamurionline.com -- Kota Jantho – Tradisi kenduri apam merupakan sebuah tradisi yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Aceh Besar. Kegiatan ini dilakukan ketika memasuki bulan rajab bertepatan pada peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW atau diadakan masyarakat pada bulan ketujuh biasanya orang Aceh menyebutnya dengan ‘Beuleun Apam’.

“Dari dulu masyarakat Aceh khususnya Aceh Besar setiap bulan rajab dan menyambut bulan ramadhan pasti akan mengelar kenduri kue apam. Biasanya Kenduri di lakukan pada rumah warga ataupun berkelompok, setelah itu kue tersebut dibagikan kepada warga sekitar,” kata Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar, Asnawi Zainun SH, pada Toet Apam yang digelar di Gedung Dekranasda, Gani, Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (14/2/2023).

Ia menjelaskan, pada zaman itu kue apam merupakan sajian khas yang telah diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat zaman dahulu. Kue apam dijadikan sebagai menu utama saat kenduri, karena pada masa itu tidak ada makanan lain untuk di olah.

“Dulu kan, masyarakat kita kebanyakan mata pencariannya petani padi. Otomatis, mereka pasti memiliki beras yang cukup untuk dijadikan tepung, apalagi bahan untuk membuat kue apam itu sendiri dari tepung dan pada saat itu kita harus kreatif membuat makanan sendiri, bukan seperti sekarang, semua bahan untuk buat kue tinggal beli,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Asnawi, tradisi kenduri kue apam, Ada juga tradisi masak bubur asyuro yang sudah turun-temurun dilakukan oleh nenek moyang kita dulu.

“Menurut mereka kenapa kenduri ini dilakukan, karena ada kaitan erat dengan peringatan hari-hari besar umat islam. Namun dengan berjalannya waktu semua tradisi itu pelan-pelan mulai hilang, dikarenakan perkembangan zaman,” tuturnya.

Disamping itu, Lembaga Adat bersama Pemerintah beserta dengan masyarakat akan terus berupaya untuk melestarikan adat dan budaya didalam kehidupan masyarakat Aceh Besar.

“Untuk itu, ia menghimbau agar tradisi turun temurun itu harus dilestarikan. Kami memohon dukungan dan partisipasi dari seluruh elemen dan stakeholder, supaya tradisi ini jangan hilang dari masyarakat Aceh Besar,” harapnya. (Cek Man)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top