lamurionline.com -- Cirebon -
Sebanyak 25 rumah tangga  tidak mampu di 6 Kecamatan se-Kabupaten Cirebon mendapatkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun anggaran 2023. Total di Jawa Barat, program ini menyasar 22.000 rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Humas dan Layanan Informasi Publik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Pandu Satria Jati dalam Peresmian dan Penyalaan Pertama Program BPBL di Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Jumat (24/11/23).

“Dapat kami sampaikan bahwa sampai dengan 9 November 2023 telah terpasang seluruhnya,” ujar Pandu.

Lebih lanjut Pandu menyampaikan bahwa program ini selain meningkatkan rasio elektrifikasi, juga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian masyarakat.

"Dengan memiliki akses listrik sendiri, masyarakat penerima manfaat BPBL diharapkan tidak lagi  tergantung penyediaan listrik dari tetangga," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Asdullah menyampaikan bahwa program BPBL sangat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupatennya.

"Program BPBL turut membantu pengentasan kemiskinan khususnya dalam hal mengurangi APBD Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat", jelas Asdullah


Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Hermanto menyampaikan bahwa Program BPBL bertujuan untuk meningkatkan rasio eletktrifikasi dan agar kelebihan supply listrik PLN dapat berkurang.

"Alhmdulillah target tahun depan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik", jelas Bambang.

Ia berharap bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Ini bukan sekadar tentang pemasangan listrik, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat, memberi mereka alat untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik," ucap Bambang.

Salah satu penerima manfaat program BPBL di Desa Lungbenda, Anton(43 tahun) yang bekerja sebagai penjual ikan cupang, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah karena sudah memberikan bantuan pasang listrik gratis.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, saya merasa lebih mandiri dan lebih semangat bekerja berkat bantuan instalasi listrik gratis ini," ungkap Anton.

Dina (34 tahun) penerima program BPBL lainnya di Desa Lungbenda menceritakan, sebelum diberikan bantuan pasang listrik gratis, keluarganya menyalur listrik dari kerabat sebelah rumah. Dina mengaku senang karena sejak memiliki instalasi listrik sendiri, ia dapat lebih leluasa dan hemat dalam pengaturan penggunaan listrik di rumah.

"Terima kasih kepada pemerintah atas bantuan pasang baru gratis, semoga ke depannya akan ada lagi bantuan berikutnya," tutup Dina. (DA)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top