lamurionline.com -- BANDA ACEH  - Memasuki hari ke-empat Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8, kini panggung utama anjungan Kabupaten Aceh Besar kembali dimeriahkan oleh penampilan  dari sanggar seni bukit kebanggan aliha dengan menyuguhkan tari likok pulo yang merupakan sanggar seni binaan SMPN Ali Hasjmy Boarding School Aceh Besar. Rabu, 08/11/2023

Maksud dan tujuan dari penampilan tersebut ialah agar menjadi bagian dari promosi budaya dan kesenian tradisional yang berasal dari Aceh Besar melalui gerakan dan musik yang ditampilkan dalam bentuk  syair-syair oleh murid sekolah SMPN Ali Hasjmy tersebut.

Sebagaimana kita ketahui bahwa tari likok pulo adalah salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Aceh Besar, tepatnya di gampong Ule Paya Kecamatan Pulo Aceh. Tarian ini pertama kali lahir pada tahun 1845 oleh seorang ulama Arab yang berdagang ke tanah Aceh bernama Syech Ahmad Badrun sekaligus menyebarkan ajaran Islam pada masa itu.  Lahirnya tari Likok Pulo pada masa itu bertujuan untuk menyiarkan ajaran Islam kepada penduduk Pulo Aceh.

Adapun makna dari tari tersebut secara historis tari tersebut biasanya digelar sesudah menanam padi atau masa jelang panen tiba, tari yang penuh dengan gerakan aktraktif yakni dimainkan dengan posisi duduk bersimpuh, berbanjar atau bahu membahu, dulunya sering dilaksanakan pada malam hari, dan besoknya proses memanen dilakukan. Selanjutnya makna dari bahu membahu itu adalah untuk menjalin satu persatuan yang kuat untuk mengubah penyakit masyarakat dari hal-hal yang menyimpang dari agama.

Ramayulis, S,Pd selaku pelatih sanggar seni bukit kebangaan aliha tersebut, kepada awak media Ia menambahkan, keunikan dari tari ini adalah setiap gerakannya berisi nasihat-nasihat yang di sampaikan melalui syair oleh syekh. Sesuai dengan namanya Likok yang berarti gerakan dan Pulo artinya pulau, tarian ini sering disebut tarian ala pesisir. Tarian ini biasanya dibawakan oleh 10 hingga 12 orang penari disetiap pentas. imbuhnya

“Tari Likok Pulo ini termasuk salah satu warisan budaya yang sudah mendapat sertifikat dari kemendikbudristek dan sudah dipatenkan legalitasnya oleh kemenkumham. Terlihat saat performance tari likok pulo tersebut para pengunjung sangat terhibur dengan tarian mereka, bahkan saat panggung utama diisi dengan tarian likok pulo, banyak pengunjung yang untuk memasuki anjungan Aceh Besar." tambahnya.

Mencintai keanekaragaman seni dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia umumnya dan daerah istimewa Aceh khususnya merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga Negara Indonesia. Keanekaragaman ini merupakan suatu kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak dicuri atau ditiru oleh bangsa lain.

Ada begitu banyak cara untuk menjaga kelestarian seni dan budaya agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi selanjutnya. Namun yang terpenting adalah Para generasi muda harus punya rasa cinta terhadap seni dan budaya. Dengan adanya rasa cinta, maka akan timbul sikap untuk menjaga kebudayaan tersebut. Globalisasi adalah tantangan terbesar yang dihadapi oleh generasi penerus bangsa saat ini dalam hal melestarikan kesnian dan kebudayaan. Oleh kerena itu, mari sama-sama kita menjaga kesenian dan kebudayaan itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kita terhadap leluhur.(Cek Man/MZ)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top