Oleh : Nursalmi,S.Ag

( Penulis Buku Madrasah Ramadan ) 


Islam sangat memuliakan wanita. Dia dilindungi selama hidupnya dan banyak kemudahan yang Allah berikan kepadanya. Untuk masuk surga pun sangat dimudahkan. Mereka diberikan kebebasan untuk memilih masuk dari pintu mana saja yang  diinginkannya. 

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam memberikan harapan yang optimis kepada wanita untuk mendapatkan kesempatan besar ini dengan melakukan empat amalan. 

Rasulullah Saw memberikan epat tips mudah bagi wanita agar menjadi pilihan Allah yang akan dipersilahkan bebas memilih pintu surga yang mana saja dia kehendaki. Beliau bersabda, 

‎إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Artinya: "Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, "Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka." (HR Ahmad ) 

Laksanakan tips dari Rasulullah ini dengan baik maka akan mendapat posisi mulia, nanti dia akan dipanggil dan dipersilahkan masuk surga dari pintu yang mana saja, diberikan kebebasan untuk memilih sendiri masuk dari pintu mana yang kita inginkan. 

Rasulullah sangat baik dan sayang serta memberikan perhatian khusus kepada wanita. Tidak dibebankan shalat berjamaah di masjid, tidak juga disuruh shalat sunat rawatib, tahajjud, witir, dhuha dan lain-lain sebagai syarat bebas memilih pintu surga. hanya disuruh menjaga baik-baik shalat lima waktu di saat dia suci dari haidh dan nifas. Jika tidak shalat karena haidh dan nifas tidak juga dibebankan untuk mengqadhanya.

Wanita diwajibkan berpuasa penuh di bulan Ramadhan. Jika tinggal karena haidh dan nifas maka harus digantikan di hari yang lain. Diberikan juga keringanan boleh tidak berpuasa bagi wanita hamil dan menyusui namun harus menggantikannya di waktu yang lain. 

Tips selanjutnya yang ditawarkan Rasulullah adalah menjaga kemaluan atau menjaga kehormatan. Jika semua wanita bisa menjaga kemaluan maka tidak akan terjadi perzinaan suka sama suka. Menjaga kemaluan adalah sifat yang wajib dimiliki oleh orang beriman. Sebagaimana firman-Nya, 

‎وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya”. ( QS. Al-Mukminun : 5 ) 

Menjaga  kemaluan itu salah satu kunci keberuntungan bagi orang mukmin.  Bagi yang mampu menjaganya,  nanti akan dimasukkan ke dalam surga firdaus. Kalau melanggar, dia akan sial dan hancur berantakan dalam kehidupan dunia, di akhirat dia gagal masuk surga. Betapa banyak rumah tangga yang hancur gara-gara perselingkuhan karena tidak menjaga kemaluan. Betapa banyak anak-anak yang rusak karena tidak menjaga kemaluan. 

Allah melarang kita mendekati zina. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kemaluan. Zina itu berbuatan keji yang sangat dibenci oleh Allah. Karena itu, akan diberikan hukuman yang sangat berat bagi pelakunya dengan cambuk seratus kali bagi yang belum menikah dan diasingkan ke luar negri selama setahun. Sedangkan bagi yang sudah menikah dihukum rajam sampai mati. 

Ketiga syarat di atas merupakan hak Allah terhadap hamba-Nya. Jika hak Allah sudah terpenuhi maka baru diberikan syarat selanjutnya yaitu taat kepada suami. Wanita wajib taat kepada seluruh perintah suami kecuali jika diperintahkan untuk kemaksiatan. Bagi wanita wajib  mendahulukan hak Allah  baru penuhi hak suami karena hak Allah di atas segala-galanya. 

Inilah empat syarat yang ditawarkan Rasulullah untuk wanita agar diberikan kebebasan memilih pintu surga yang mana saja dia suka. Bukan berarti wanita tidak perlu melaksanakan amal ibadah yang lain seperti shalat sunnah, puasa sunnah, menunaikan zakat, bersedekah dan lain- lain. 

Para ulama berpendapat bahwa empat amalan yang disebutkan ini merupakan induk dari segala kebaikan. Jika wanita total mampu menjaga empat amalan ini maka dia akan mudah menjalani amalan-amalan yang lain. 

Jika wanita betul-betul mampu menjaga shalat lima waktu maka dia akan mampu menjaga diri dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar, (QS. Al-Angkabut : 45 ). Allah melarang kita melakukan hal-hal yang menimbulkan syahwat, menjaga kemaluan agar terhindar dari perbuatan zina karena zina itu merupakan perbuatan keji. Jika kita mampu menjaga shalat, melakukan shalat dengan sungguh-sungguh, memperhatikan gerakan dan bacaan yang benar maka akan terhindar dari perbuatan keji termasuk zina. 

Puasa untuk melatih diri dari melakukan hal-hal yang diharamkan juga untuk mengontrol hawa nafsu, syahwat, berkata kotor, dusta dan lain-lain. 

Kewajiban menjaga kemaluan sangat ditekankan bagi wanita dalam kondisi bagaimana pun walau nyawa terancam. Berbeda dengan menjaga harta, jika dalam kondisi terancam, seperti dirampok dan akan dibunuh maka boleh menyerahkan hartanya itu untuk mempertahankan nyawa. Kewajiban menjaga kemaluan, nyawa menjadi taruhannya. Mau dibunuh pun, kemaluan tetap wajib dijaga. Jika dia terbunuh karena mempertahankan menjaga kemaluannya maka dia mati dalam keadaan syahid. 

Taat kepada suami disebutkan pada poin teakhir setelah tiga syarat yang ditawarkan, artinya hak Allah harus diprioritaskan terlebih dahulu baru ditunaikan hak suami. 

Jika empat amalan induk ini mampu dilakukan oleh seorang wanita, ini merupakan gambaran bahwa dia telah menjaga dua hak, yaitu hak Allah dan hak suami. Dengan ini dia diberikan tiket khusus masuk surga, nanti akan dipanggil oleh malaikat penjaga pintu surga dan dipersilahkan kepada bebas memilih masuk dari pintu yang mana saja dia inginkan. 

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top