LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH - Pimpinan Dayah Thalibul Huda Bayu Lamcot Abi Hasbi Al Bayuni melakukan peusijuek (tepung tawar) 27 jamaah calon haji di Dayah Thalibul Huda, Minggu (12/5/2024). 

Dalam sambutannya Abi Hasbi Albayuni menyampaikan, Islam tidak mewajibkan umat mencari kekayaan, tetapi jika sudah ada sebagai syarat wajib haji, maka wajib hukumnya untuk pergi ke tanah suci. “Letak tanah suci yang sangat jauh tentu menghabiskan biaya yang tidak sedikit, karenanya mampu lahir batin sebagai modal utama,” ujar Wakil Ketua MPU Aceh ini.   

Menurut Abi Hasbi, mendaftarkan haji bukan suatu hal yang terlalu sulit, karena dengan kemampuan Rp 25 juta seseorang sudah bisa memiliki  nomor porsi. Jika menganggap sesuatu itu sulit, maka akan sulit, karena Allah seperti yang kita sangka. Maka berprasangkalah yang baik agar Allah mudahkan segala urusan. 

“Harta kekayaan yang dimaksud dalam Islam bukan hanya berupa uang saja, tetapi juga harta tidak bergerak seperti tanah, yang dapat dimanfaatkan untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.  Dengan menjual sedikit aset tersebut sudah dapat mengunjungi kakbah baitullah, apalagi sekarang harga tanah semakin meningkat, sehingga tidak terlalu banyak menghabiskan aset tersebut untuk menuju rida Allah. 

Abi berpesan agar tidak terlalu khawatir dengan masa tunggu yang lama hingga 25 tahun, sebab semua itu belum pasti seperti itu. Ada pergeseran-pergeseran yang menyebabkan semakin dekat keberangkatan. Semua tergantung kepada nawaitu dan kesabaran. 



“Hal penting yang harus diketahui, ibadah haji dilakukan dengan anggota badan, yaitu rukun fi'li. Hanya satu sebagai rukun qalbi, yaiti niat, karenanya jamaah calon haji harus sehat lahir dan batin,” tambahnya. Mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk dapat melaksanakan semua rukun, wajib dan sunat-sunat haji. Tidak banyak mengeluh yang menyebabkan kegelisahan. 

Abi Hasbi  menyampaikan,  puncak yang dicari dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah adalah mabrur, karena Allah dan Rasul-Nya berkata bahwa tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga Allah. 

“Tidak sembarang orang bisa mendapatkan prediket haji mabrur. Hanya orang-orang tertentu yang mampu mengendalikan dan  menjaga diri dari pengaruh  duniawi, namun kita harus terus berusaha dan berdoa untuk mencapai prestasi haji mabrur,” pungkasnya.  (Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top