Oleh: Nursalmi, S.Ag 

(Penulis Buku Madrasah Ramadan)


Hidup di dunia tidak selalu berjalan mulus. Terkadang kita dihadapkan pada situasi yang penuh tekanan, kesedihan, bahkan kehilangan arah. Dalam kondisi seperti ini, manusia berupaya mencari solusi dan pelarian – dari yang bersifat duniawi hingga spiritual. Namun, solusi paling hakiki untuk ketenangan jiwa justru datang dari firman Allah sendiri: dzikrullah.

Sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Ar-Ra’d ayat 28, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Zikir terbaik adalah membaca Al-Qur’an – kalam Allah yang diturunkan sebagai petunjuk, cahaya dalam kegelapan, dan penawar bagi hati yang resah.

Allah Swt juga berfirman dalam surah Al-Isra’: 82 bahwa Al-Qur’an adalah obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Berinteraksi dengan Al-Qur’an bukan sekadar membaca, tapi juga merenungi, mengamalkan, dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat kita duduk bersama di masjid, membaca dan mempelajarinya, Allah menurunkan ketenangan, mengelilingi kita dengan malaikat, serta melimpahkan rahmat-Nya.

Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah, dinaungi rahmat, dilingkupi para malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di sisi-Nya.”

Yang luar biasa, bahkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata tetap diganjar dua pahala oleh Allah. Rasulullah Saw bersabda: “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat mulia, dan orang yang membacanya terbata-bata serta mengalami kesulitan akan mendapat dua pahala.”

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an bernilai pahala. “Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat,” sabda Rasulullah. Bayangkan berapa banyak pahala yang diperoleh dari satu halaman, satu surah, bahkan saat mengkhatamkan Al-Qur’an.

Tak hanya di dunia, Al-Qur’an juga menjadi syafaat kelak di akhirat. Rasulullah Saw bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang memberi syafaat kepada pembacanya di hari kiamat.” Bahkan, pemilik Al-Qur’an akan diseru di surga: “Bacalah dan naiklah, karena kedudukanmu ada pada akhir ayat yang engkau baca.”

Lebih dari itu, Rasulullah menegaskan bahwa “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Mereka yang mengajarkan Al-Qur’an mendapat aliran pahala jariyah dari murid-murid yang terus membacanya – pahala yang tak akan terputus hingga akhir hayat.

Maka, mari kita luangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur’an. Jangan sia-siakan waktu dengan lalai dari kitab suci yang menjadi sumber kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tapi juga jalan menuju ketenangan, petunjuk hidup, dan kebahagiaan yang abadi.

Wallahu a’lam.

Tulisan ini disampaikan dalam Kajian Muslimah di Balai Al-Ihsan, Banda Aceh.

SHARE :

0 facebook:

 
Top