LAMURIONLINE.COM | TAKENGON
- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh Tengah kembali memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana dengan mengirimkan relawan medis ke sejumlah kecamatan terisolir. Pelepasan tim dilakukan oleh Ketua MDMC Aceh Tengah, Yan Budianto, didampingi Sekretaris Agusnaidi pada Kamis (13/01/2026).

Relawan yang diberangkatkan merupakan tenaga medis dari beragam keahlian yang secara sukarela mengabdikan diri membantu warga terdampak, khususnya masyarakat di lokasi dengan akses terbatas.

Yan Budianto menyampaikan, fokus utama penugasan berada di Kecamatan Ketol, meliputi Desa Burlah, Kekuyang, Buge Ara, Bintang Pepara, Bergang, Pantan Redup, dan Karang Ampar.

Adapun di Kecamatan Linge, akses menuju lima kampung (Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung) masih harus ditempuh menggunakan sling penyeberangan dengan total 532 kepala keluarga yang perlu dilayani.

“Kita memastikan tidak ada kawasan yang kelebihan tenaga maupun kekurangan tenaga kesehatan. Seluruh wilayah terdampak harus mendapatkan distribusi layanan yang adil dan sesuai kebutuhan,” tegas Yan.

Rombongan relawan juga dikirim ke wilayah dengan tingkat medan berat, termasuk beberapa sudut Bener Meriah dan Takengon, bahkan daerah yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Sekretaris MDMC Aceh Tengah, Agusnaidi Budaya, menambahkan, tim kesehatan yang dikerahkan tidak hanya menangani layanan medis, tetapi juga dukungan psikologis bagi warga.

“Kami membawa tim lengkap, termasuk psikolog klinis dan psikiater untuk pendampingan trauma healing. Pemulihan warga bukan hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga ketahanan mental mereka,” ujarnya.



Tim relawan terdiri dari berbagai disiplin, mulai dari dokter spesialis mata, bedah, neurologi, dan anak, hingga dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, laboratorium, radiografer, tenaga kesehatan lingkungan, epidemiolog, serta psikolog klinis dan psikiater. “Seluruhnya difokuskan melayani masyarakat di posko-posko pengungsian,” ujarnya.

Sejak hari ketiga pascabencana, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan tenaga medis ke wilayah terdampak. Pada fase awal, pengiriman dilakukan secara mandiri oleh masing-masing rumah sakit. Namun kini, melalui koordinasi terpusat dan keterlibatan MDMC, distribusi tenaga kesehatan mulai merata agar seluruh daerah terdampak memperoleh layanan sesuai kebutuhan. (Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

 
Top