LAMURIONLINE.COM I BIREUN — Rangkaian Manasik Haji Terintegrasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bireuen memasuki hari keempat pelaksanaan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Pada tahapan ini, jamaah calon haji tidak hanya dibekali pemahaman ibadah secara teoritis, tetapi juga diajak menyelami berbagai realita lapangan yang kerap dihadapi selama berada di Tanah Suci.
Salah satu penekanan penting disampaikan dalam sesi praktik manasik haji oleh pemateri Tgk. Ismuar, S.Ag. Ia mengingatkan jamaah agar lebih bijak dan rasional dalam mempersiapkan perlengkapan pribadi, khususnya pakaian yang akan dibawa selama pelaksanaan ibadah haji.
Menurutnya, masih banyak jamaah yang keliru dalam menyiapkan barang bawaan dengan membawa pakaian secara berlebihan yang pada akhirnya jarang terpakai dan justru menyulitkan diri sendiri.
“Jangan asal bawa. Bawa yang benar-benar penting, bukan sekadar yang penting dibawa,” tegas Tgk. Ismuar di hadapan jamaah.
Selain persoalan perlengkapan, Tgk. Ismuar juga mengingatkan jamaah agar tidak memiliki ekspektasi berlebihan terhadap tempat penginapan selama berada di Tanah Suci. Ia menegaskan bahwa kenyamanan penginapan bukanlah ukuran keberhasilan ibadah haji.
Ia menjelaskan bahwa kondisi penginapan jamaah haji sangat bergantung pada situasi lapangan dan kebijakan penyelenggaraan haji, sehingga jamaah diharapkan dapat menyesuaikan diri dan menjaga sikap.
“Jangan berharap harus menginap di tempat yang nyaman dan mewah. Fokus kita adalah ibadah, bukan fasilitas,” pesannya.
Menurutnya, kesiapan mental dalam menerima keterbatasan menjadi bagian penting dari perjalanan ibadah haji.
Sikap sabar dan saling memahami antarjamaah akan sangat membantu kelancaran ibadah, terutama ketika menghadapi kondisi yang tidak sesuai dengan Syahrati harapan.
Selain sesi praktik manasik haji, pada hari keempat ini jamaah juga mendapatkan materi dari Tgk. Mursal, S.HI., MH, dengan judul “Layanan dan Ibadah Selama di Arafah dan Muzdalifah”, sebagai bagian dari pembekalan menuju puncak ibadah haji. (Syahrati)

.jpeg)


0 facebook:
Post a Comment