LAMURIONLINE.COM | TAKENGON
- Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW IKADI) Aceh kembali menggelar program Tebai Dai. Untuk tahap II ini berlangsung di beberapa masjid dan tenda pengungsian di Kabupaten Aceh Tengah pada tanggal 30 Januari - 1 Februari 2026.

Koordinator kegiatan Ustaz Roly T didampingi Sekretaris PD Ikadi Aceh Tengah Ustaz Jumari mengatakan kegiatan yang dilakukan berupa ceramah agama Islam ba'da zuhur, ba'da asar dan ba' da magrib yang disampaikan oleh beberapa dai PW Ikadi Aceh dan PD Ikadi Aceh Tengah diantaranya adalah Ust Mubashirullah, Lc, MAg, Ust Akhyar Sirajuddin, Ust Awal, Ust saiful dan Ust Nazhir. 

“Kegiatan dakwah dilaksanakan di sejumlah masjid wilayah terdampak bencana, antara lain Masjid Mazkar Desa Kenawat Lut Tawar, Masjid Nasar Akmal Desa Nosar Kecamatan Bintang, serta Masjid Az-Zikra Kampung Lot Kala Kecamatan Kebayakan. Selain itu, para dai juga menyambangi beberapa titik pengungsian dan wilayah terdampak lainnya,” kata Ustaz Roly T.

Ia menambahkan di sela-sela kegiatan dakwah, tim juga menggelar layanan pengobatan kesehatan gratis bekerja sama dengan Pro Kami Aceh, serta Klinik Al-Fatihah untuk membimbing masyarakat memperbaiki bacaan Surat Al-Fatihah. Ustaz Roly juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menerima dan mendukung kegiatan Tebar Dai, termasuk mahasiswa KKN IAIN Takengon yang turut membersamai tim di Desa Kenawat.

“Selain itu, IKADI Aceh turut menyalurkan bantuan berupa Al-Qur’an, ambal salat, mukena, kain sarung, baju koko, paket makanan anak-anak, beras, serta pakaian layak pakai kepada masjid dan masyarakat di tenda pengungsian. Bantuan diserahkan langsung kepada BKM, imam masjid, dan masyarakat terdampak,” kata Ustaz Roly.

Sementara itu Ketua IKADI Aceh Tamiang, Ustaz Akhyar Sirajuddin yang juga ikut dalam kegiatan tersebut, dalam salah satu ceramahnya menyampaikan musibah bencana merupakan ujian dari Allah SWT agar manusia kembali mengingat-Nya. Ia mengajak umat untuk menjadikan bencana sebagai ibrah, memperkuat iman, kesabaran, dan kepedulian antar sesama, sehingga tetap teguh dan ridha menghadapi setiap ujian kehidupan.

“Semoga saja peristiwa bencana ini menjadi ibrah bagi kaum muslimin dimanapun berada dan ketika bencana hadir maka jiwa dan semua harta kita akan kembali padaNya. Oleh karena itu dengan bekal iman yang kuat kepada Allah, kita akan selamat dunia-akhirat sehingga apapun musibah yang menimpa, kita akan sabar dan terus ridha denganNya,"pungkasnya. (Murdani Tijue)

SHARE :

0 facebook:

 
Top