LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR
- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Aceh menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 7–8 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Putri Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Ketua DPW Hidayatullah Aceh, Ustaz Harun menyampaikan,  Rakerwil tersebut diikuti oleh Pengurus Harian Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah se-Aceh, seluruh jajaran pengurus DPW Hidayatullah Aceh, dan Pengurus Dewan Murabbi Hidayatullah Aceh.

Sementara dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah hadir Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Organisasi, Ustaz Muhammad Chofadz, S.Ag.

Ustaz Harun menjelaskan, Rakerwil Hidayatullah Aceh periode ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang dirumuskan dalam beberapa bidang utama.

Pada bidang perkaderan, Rakerwil merekomendasikan peningkatan disiplin halaqah dan penguatan budaya infak sebagai bagian dari pembinaan ruhiyah dan komitmen organisasi.

Di bidang ekonomi, peserta Rakerwil mendorong penguatan jejaring dengan para pakar di bidang produksi dan pengolahan lahan yang tepat sasaran. Selain itu, disepakati pembentukan Koordinator Wilayah Baitul Wakaf di Aceh, pengembangan program penanaman pisang komendis, pelaksanaan bimbingan teknis atau keikutsertaan dalam penyeliaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta koordinasi untuk lahirnya program Dapur MBG.

Sementara pada bidang kesekretariatan, Rakerwil menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama dengan pemerintah dalam berbagai program. Selain itu, dilakukan penguatan tata kelola data melalui pembaruan Sistem Informasi Hidayatullah (SISTAHID) dan kewajiban seluruh pengurus DPD memiliki Kartu Anggota Hidayatullah.

Di bidang pendidikan, Rakerwil menegaskan komitmen penuh terhadap program-program pendidikan Hidayatullah dan mendorong pengiriman perwakilan  mengikuti agenda-agenda pendidikan di tingkat pusat.


Adapun pada bidang pelayanan umat, Rakerwil merekomendasikan program studi tiru, magang, dan pengiriman santri ke dayah-dayah salafiyah besar, pembentukan kelompok Dalail Khairat, kunjungan silaturahmi ke tokoh masyarakat, upaya menonjolkan figur pengurus Hidayatullah di ruang publik, dan penyelenggaraan pelatihan khatib.

Dalam arahannya saat penutupan Rakerwil, Ustaz Muhammad Chofadz, S.Ag menekankan pentingnya menyatukan pemahaman dan visi organisasi sebelum menjalankan program kerja.

Menurutnya, setelah visi dan program ditetapkan, hal terpenting adalah menyatukan hati, menjaga istiqamah, dan memperkuat koordinasi antarstruktur.

“Koordinasi perlu dikencangkan agar kita bisa mengukur program mana yang sudah berjalan dan mana yang belum terlaksana. Dari situ kita bisa mengetahui kendalanya dan menemukan solusi bersama,” tegasnya. (Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

 
Top