Oleh: Juariah Anzib, S.Ag

Penulis buku Wakaf di Aceh: Tradisi, Inovasi, dan Keberkahan


Ramadhan bulan yang paling dirindukan umat Islam. Kedatangannya disambut dengan sukacita dan harapan besar, karena bulan suci ini mendatangkan limpahan rahmat, ampunan, dan keberkahan. Tidak ada bulan yang dinantikan dengan kesiapan lahir dan batin seperti Ramadhan.

Jauh sebelum Ramadhan tiba, umat Islam telah mempersiapkan diri sejak bulan Rajab dan Sya‘ban. Melalui puasa sunnah dan peningkatan kualitas ibadah, kaum muslimin melatih kekuatan fisik dan mental. Seakan Ramadhan  ajang perlombaan amal yang menuntut persiapan matang sebelum benar-benar dimulai. Inilah yang menjadikan Ramadhan  bulan yang begitu istimewa dan diagungkan.

Masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas keumatan memiliki peran strategis dalam menyambut dan memakmurkan bulan suci ini. Di Aceh, para pengurus masjid telah merancang beragam kegiatan untuk menyemarakkan Ramadhan dengan aktivitas keagamaan yang bernilai dakwah dan sosial. Salah satunya adalah program Ramadhan yang disusun oleh Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Berbagai agenda telah dipersiapkan sejak jauh hari sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Dalam Perbincangan Sabtu Pagi pada siaran Radio Baiturrahman, (7/2/2026), Pj Ketua  Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Fahrul Razi, menyampaikan, panitia remaja masjid telah menyusun program Ramadhan secara terencana. Program tersebut meliputi bakti sosial yang dipusatkan di kawasan Lhoknga, kunjungan sosial, kegiatan tahsin dan tahfiz Al-Qur’an, Festival Anak Shalih, One Day Al-Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), pengajian, serta kultum Ramadhan.

Agar seluruh program Ramadhan dapat berjalan dengan baik, dukungan finansial menjadi salah satu faktor penting. Remaja masjid telah melakukan penggalangan dana yang bersumber dari para donatur melalui pengajuan proposal kepada berbagai lembaga terkait, termasuk UPTD dan instansi lainnya.

Ia menambahkan, hubungan antara remaja masjid dan UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman terjalin erat, mengingat Masjid Raya Baiturrahman berada di bawah naungan UPTD. Lembaga pemerintah ini berperan memberikan arahan sekaligus menfasilitasi kebutuhan masjid agar seluruh kegiatan dapat berjalan lancar. Kolaborasi yang baik menjadi kunci agar kemakmuran masjid di bulan Ramadhan tidak menemui kendala.

Fahrul Razi menambahkan, pada Ramadhan tahun lalu, dengan jumlah kegiatan yang lebih sedikit, dana yang digunakan mencapai sekitar 50 juta rupiah. Tahun ini, kebutuhan anggaran diperkirakan meningkat karena jumlah kegiatan bertambah hingga mencapai 17 cabang program. Dengan dukungan para donatur, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini dapat terlaksana dengan lebih sukses dan maksimal.

Selain itu, program Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman juga membuka peluang bagi masyarakat luas  bersedekah takjil berbuka puasa. Donasi dapat berupa uang maupun makanan siap saji, yang diperuntukkan bagi jamaah shalat Magrib dan para musafir yang singgah untuk berbuka.

Narasumber lain, Sayed Muhammad Husen, menegaskan, fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat berkumpulnya umat dalam rangka mewujudkan kemaslahatan bersama. Masyarakat memiliki peran penting dalam memakmurkan masjid. Badan Kemakmuran Masjid (BKM) sendiri berasal dari masyarakat yang dipercaya  mengelola masjid. Oleh karena itu, dukungan utama pengelolaan masjid dan remaja masjid bersumber dari partisipasi masyarakat, yang kemudian diperkuat melalui promosi dan silaturahmi dengan berbagai pihak.

Promosi kegiatan masjid dan remaja masjid dapat dilakukan secara efektif melalui media sosial. Peran media digital sangat mendukung kesuksesan program dan kemakmuran masjid. Program yang dikemas dengan baik dan disiarkan melalui media sosial akan lebih mudah memperoleh dukungan dari berbagai kalangan. Syiar masjid  pun menjadi lebih luas dan menarik, sehingga membuka peluang kerja sama dengan lembaga-lembaga yang ingin bersinergi dan berkontribusi dalam kegiatan masjid dan remaja masjid.

Ke depan, manajemen masjid perlu terus dibenahi agar semakin profesional. Perencanaan anggaran idealnya disusun sejak awal tahun, sehingga pengurus tidak terlalu terbebani saat pelaksanaan kegiatan. Pelatihan pengelolaan anggaran dari dinas terkait juga penting dilakukan agar setiap program masjid dan remaja masjid berjalan sesuai harapan. 

Ramadhan merupakan momentum strategis untuk syiar dan dakwah. Masjid menjadi ruang pembinaan, pengkaderan, dan pembentukan karakter pemuda dan remaja. Melalui aktivitas masjid dan remaja masjid,  generasi muda ditempa menjadi pribadi yang bermental kuat, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial. Program-program Ramadhan ini diharapkan mampu menginspirasi perubahan positif bagi generasi muda. Semoga melalui momentum Ramadhan, kita semua tergolong hamba-hamba yang semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya.

SHARE :

0 facebook:

 
Top