lamurionline.com -- BANDA ACEHMenyambung kesuksesan agenda Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) di hari pertama, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (DEMA FAH) UIN Ar-Raniry sukses menggelar agenda hari kedua berupa Workshop Pengembangan Soft Skill Organisasi Kemahasiswaan. Kegiatan edukatif berbasis peningkatan kompetensi (competency-based training) ini dilaksanakan secara intensif pada Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di Aula LP2M UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh.

Rangkaian agenda strategis kepengurusan DEMA FAH ini sebelumnya telah dibuka secara resmi dalam satu upacara seremonial terpusat pada hari pertama, Kamis, 4 Juni 2026, di Aula Lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas. Oleh karena itu, demi efisiensi waktu lokakarya, agenda workshop di hari kedua ini dikemas secara lebih taktis dengan langsung dibuka oleh moderator dan langsung memasuki sesi praktis.

Meskipun dikemas secara semi-intensif tanpa seremonial ulang, kegiatan workshop yang mengusung tema “Meningkatkan Kreativitas dan Profesionalisme melalui Administrasi Modern dan Desain Grafis” ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari pihak dekanat yang diwakili oleh Wakil Dekan III Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Hermansyah, M.Th., M.A.Hum.

Pelatihan taktis ini diikuti oleh $\pm$ 85 peserta yang merupakan delegasi inti pemangku kebijakan administrasi dan publikasi dari berbagai Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan FAH. Para peserta mencakup pengurus Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) selingkungan FAH, serta unit kegiatan seni Sanggar Tamaddun Adab (STA).

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Zaki Rayyan, menjelaskan bahwa tertib administrasi internal dan kelincahan komunikasi publik visual adalah dua pilar utama penentu eksistensi organisasi modern di era digital saat ini.

"Administrasi yang rapi mencerminkan akuntabilitas internal lembaga, sedangkan kemampuan desain komunikasi visual yang tajam berfungsi membangun citra (branding) positif organisasi kepada masyarakat luas. Workshop hari kedua ini hadir khusus untuk menyelaraskan kedua aspek vital tersebut," ujar Zaki Rayyan.

Dua Sesi Utama: Kupas Tuntas Surat Formal hingga Eksekusi Flyer Kreatif

Guna memastikan materi terserap secara optimal, panitia menerapkan metode lokakarya interaktif (interactive workshop). Setelah menerima pemaparan materi, setiap pengurus ormawa diwajibkan mengoperasikan perangkat laptop masing-masing untuk langsung melakukan simulasi riil di bawah bimbingan para pemateri:

Sesi I: Administrasi Modern & Kesekretariatan (Pagi) Pada sesi pagi, pelatihan difokuskan secara mendalam pada tata cara surat-menyurat formal organisasi bersama pemateri ahli, Abzari Jafar, MA. Peserta dibekali pemahaman taktis mengenai standardisasi format surat resmi yang baku serta regulasi penulisan yang benar guna menghindari kesalahan umum yang sering terjadi dalam persuratan lembaga. Berbeda dengan metode teoritis biasa, sesi ini dikemas menarik melalui metode bedah kasus. Pemateri bersama peserta menguliti langsung contoh dokumen surat-surat yang selama ini telah dibuat oleh Ormawa. Melalui analisis langsung tersebut, peserta diajak melihat secara jeli di mana letak kesalahan penulisan, kekeliruan format, hingga tata bahasa, guna mewujudkan keseragaman tata kelola administrasi yang benar dan profesional di masa depan.

Sesi II: Desain Grafis & Komunikasi Visual (Siang) Memasuki sesi siang pasca-ISOMA, atmosfer pelatihan beralih pada pengasahan kreativitas komunikasi visual bersama pemateri kompeten, Setiawan Ariwiba, CLAA. Pada sesi ini, peserta dari divisi Infokom diajarkan materi desain flyer (pamflet) mulai dari tingkat dasar. Pembelajaran dasar desain grafis kontemporer ini dieksekusi secara praktis dengan memanfaatkan dua tools digital utama yang ramah pengguna sekaligus profesional, yaitu Canva dan CorelDraw. Melalui praktik mandiri menggunakan laptop masing-masing, peserta dilatih merancang konten publikasi media sosial yang komunikatif, menarik, serta konsisten secara identitas visual organisasi.

Sesi Evaluasi Karya dan Investasi Kompetensi SDM

Hal menarik dari workshop ini adalah adanya sesi Peer Review & Feedback di penghujung acara. Hasil karya desain flyer yang telah dibuat oleh para delegasi selama sesi siang langsung dibedah dan dievaluasi secara terbuka oleh pemateri guna memberikan koreksi instan serta saran tata letak visual yang lebih menjual.

Ketua Umum DEMA FAH, Zayyaf Naufal Jannah Wal Fitra, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dari hari pertama hingga hari kedua. Ia menilai output dari agenda ini adalah lahirnya standarisasi tata kelola baru yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

"Melalui pembekalan kepemimpinan tingkat lanjut pada hari pertama serta penajaman soft skill administrasi dan visual di hari kedua ini, kami telah melakukan investasi strategis jangka panjang bagi sumber daya manusia (SDM) ormawa FAH. Kami berharap, keselarasan antara data internal yang akuntabel dan pengemasan publik yang kreatif dapat langsung diimplementasikan dalam aktivitas harian organisasi guna menjaga marwah dan terus mendongkrak eksistensi lembaga di era digital," pungkas Zayyaf.(Cek Man/*)

 

 

SHARE :

0 facebook:

 
Top