LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH – Dosen dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh menggelar aksi nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Banda Aceh. Langkah ini diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat yang menyasar langsung para Ibu Rumah Tangga (IRT) di Gampong (Desa) Alue Deah Geulumpang, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema besar, "Sinergi Poltekkes Kemenkes Aceh: Berdayakan Ibu Rumah Tangga Lewat Higiene Sanitasi Makanan untuk Menekan Stunting". Melalui program ini, masyarakat diedukasi bahwa intervensi stunting tidak hanya melulu soal pemenuhan gizi, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh faktor kesehatan lingkungan rumah tangga, khususnya dalam pengelolaan makanan.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Junaidi, SKM, M.Si, menegaskan bahwa kontaminasi bakteri pada makanan akibat buruknya sanitasi dapur dapat memicu penyakit infeksi berulang pada balita, seperti diare dan kecacingan.
"Ketika anak berulang kali terkena diare akibat makanan yang tidak higienis, nutrisi yang masuk tidak akan terserap oleh tubuh dengan optimal. Infeksi berulang inilah yang menjadi 'jalur tidak langsung' terjadinya stunting. Di sinilah peran penting ilmu kesehatan lingkungan masuk ke ranah domestik keluarga," jelas Junaidi.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Kesling
Dalam pelaksanaannya, Junaidi selaku Ketua Tim memimpin jalannya program dengan dibantu penuh oleh para mahasiswa dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh.
Keterlibatan mahasiswa ini menjadi jembatan yang efektif untuk melakukan pendekatan personal kepada para ibu. Mahasiswa tidak hanya membantu dalam penyampaian materi, tetapi juga memberikan simulasi dan praktik langsung mengenai pengelolaan dapur yang bersih dan sehat.
Adapun fokus edukasi yang diberikan oleh Tim Kesehatan Lingkungan ini meliputi beberapa poin krusial, di antaranya:
Higiene Perorangan (Personal Hygiene): Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir sebelum memegang dan mengolah makanan.
Sanitasi Peralatan Masak: Cara membersihkan dan memisahkan penggunaan talenan serta pisau untuk bahan mentah (daging/ikan) dan bahan matang guna menghindari kontaminasi silang.
Penyimpanan Pangan Aman: Edukasi mengenai suhu dan wadah penyimpanan bahan makanan yang aman dari jangkauan vektor penyakit seperti lalat, kecoak, dan tikus.
Penyediaan Air Bersih: Memastikan air yang digunakan untuk memasak dan mencuci peralatan makan memenuhi syarat fisik kesehatan lingkungan (tidak berasa, tidak berbau, dan tidak berwarna).
Mendorong Kemandirian Desa
Kehadiran tim dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme yang tinggi dari para kader posyandu serta ibu rumah tangga di Gampong Alue Deah Geulumpang. Peserta aktif bertanya mengenai solusi mengatasi masalah sanitasi di rumah masing-masing. (AD)



0 facebook:
Post a Comment