LAMURIONLINE.COM I NAGAN RAYA - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nagan Raya ke-24, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Nagan Raya menghadirkan program “Penyuluh Menyapa: Choose Your Future, Say No to Drugs” sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN Inovasi Nagan Raya, Selasa (21/7/2026), menjadi langkah awal pelaksanaan Safari Lintas Pilar, sebuah gerakan kolaboratif yang mempertemukan berbagai unsur dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada para pelajar terkait bahaya penyalahgunaan narkoba.
IPARI Kabupaten Nagan Raya terus memperkuat peran penyuluh agama dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda. Penyuluhan tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga menghadirkan ruang dialog, edukasi, dan pendampingan agar pelajar mampu mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.
“Peran penyuluh agama hari ini tidak hanya sebatas memberikan ceramah, tetapi juga menjadi pendamping yang hadir, peduli, dan membuka ruang dialog. Dengan mengintegrasikan pendekatan agama, hukum, dan kesehatan, upaya pembinaan diarahkan agar para pelajar memiliki ketahanan spiritual, wawasan yang baik, serta kesadaran untuk menjaga diri,” ujar Eka Surianti, Ketua IPARI Nagan Raya.
Gerakan Safari Lintas Pilar ini mendapat dukungan dari DPRK Nagan Raya, Kementerian Agama Kabupaten Nagan Raya, Polres Nagan Raya, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya. Sinergi tersebut diharapkan menjadi contoh model penyuluhan yang responsif terhadap persoalan masyarakat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagan Raya,Dr H Salman Al Farisi MPd memberikan apresiasi atas inisiatif IPARI dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya perlindungan terhadap pelajar dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, Penyuluh Agama merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Karena itu, penyuluh dituntut untuk terus berinovasi dan mampu beradaptasi dengan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Penyuluhan agama tidak hanya berkaitan dengan aspek ritual, tetapi juga bagaimana menghadirkan solusi atas persoalan sosial yang dapat merusak masa depan generasi muda. Safari Lintas Pilar ini menunjukkan bahwa penyuluh agama hadir dengan pendekatan yang lebih luas dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkap Kakankemenag.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRK Nagan Raya, Dr. Said Syahrul Rahmad, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba.
“Sinergi antara tokoh agama, penegak hukum, dan pihak kesehatan merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menyelamatkan generasi emas Nagan Raya agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berdaya saing, dan bermartabat,” ujarnya.
Kepala MAN Inovasi Nagan Raya, T.Khairul Mahfud, S.Ag menyampaikan rasa bangga karena madrasah yang dipimpinnya menjadi lokasi pembuka pelaksanaan Safari Lintas Pilar. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang kuat kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga diri dari pengaruh buruk narkoba.
Kegiatan semakin semarak dengan sesi dialog interaktif bersama para pelajar yang diisi dengan tanya jawab serta pemberian doorprize. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan ikrar bersama siswa MAN Inovasi Nagan Raya sebagai komitmen bersama untuk menjauhi narkoba dan memilih masa depan yang lebih baik.*



0 facebook:
Post a Comment