LAMURIONLINE.COM I PIDIE JAYA 
- Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode XXIX Universitas Syiah Kuala Kelompok 4 melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk kompos di Gampong Baro Nyong, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. 

KKN-R 04 Universitas Syiah Kuala diketuai oleh Amrol Murzaki dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek). Kelompok ini beranggotakan tujuh mahasiswa lintas disiplin ilmu, yaitu Miftahul Hadi, Siti Aminah, Nadia Artika, Adinda Natasya Shaharani, Alfin Fadhila P., dan Rein Mikha Zani, yang bersama-sama mengabdikan diri kepada masyarakat Desa Baro Nyong melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan.

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh potensi limbah organik yang cukup melimpah di Gampong Baro Nyong seperti sisa hasil pertanian, dedaunan kering, rumput, dan limbah rumah tangga organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-R 4 mengajak masyarakat untuk mengelola limbah tersebut menjadi pupuk kompos yang bernilai guna bagi lahan pertanian maupun pekarangan. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik, manfaat pupuk kompos bagi kesuburan tanah, serta dampak positif penggunaan pupuk organik terhadap kelestarian lingkungan. Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan pupuk kompos menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar desa, seperti daun kering, rumput, jerami, sisa sayuran, tanah, serta larutan aktivator EM4.

Selama pelatihan, masyarakat tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang diperagakan oleh mahasiswa. Peserta tidak hanya menyaksikan proses pembuatan kompos, tetapi juga terlibat langsung dalam pencacahan bahan, pencampuran, hingga penyusunan bahan pada media pengomposan. Melalui praktik tersebut, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai teknik pengomposan yang benar sehingga dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Ketua kelompok KKN-R 04, Amrol Murzaki menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik secaralebih produktif. 

”Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah organik yang sering dianggap tidak bernilai sebenarnya dapt diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan pengetahuan ini secara berkelanjutan sehingga mampu mengurangi limbah sekaligus meningkatkan produktivitas lahan,” ujarnya

Pemerintah Gampong Baro Nyong turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurut aparatur gampong, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para petani, dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pelatihan pembuatan pupuk kompos ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan limbah organik. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar, masyarakat dapat menghasilkan pupuk organik secara mandiri sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menekan biaya produksi pertanian.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN- R 04 Universitas Syiah Kuala berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat Gampong Baro Nyong. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah gampong, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri, produktif, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.*

SHARE :

0 facebook:

 
Top