LAMURIONLINE.COM I PIDIE JAYA — Dalam upaya membangun karakter generasi muda yang berani, peduli, dan saling menghargai, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) XXIX Kelompok 04 Universitas Syiah Kuala melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk "Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Edukasi Menabung Sejak Dini" di SD Negeri 21 Kuta Trieng, Desa Baro Nyong, Kecamatan Bandar Baru, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN-R 04 USK yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari tindakan perundungan (bullying). Selain itu, kegiatan juga membekali siswa dengan pemahaman mengenai pentingnya mengelola uang dan membiasakan diri menabung sejak usia dini.
KKN-R 04 Universitas Syiah Kuala diketuai oleh Amrol Murzaki dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek). Kelompok ini beranggotakan tujuh mahasiswa lintas disiplin ilmu, yaitu Miftahul Hadi, Siti Aminah, Nadia Artika, Adinda Natasya Shaharani, Alfin Fadhila P., dan Rein Mikha Zani, yang bersama-sama mengabdikan diri kepada masyarakat Desa Baro Nyong melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengelolaan uang dan pentingnya menabung sejak dini oleh Siti Aminah. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswa untuk mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian uang jajan sebagai tabungan. Melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa diajak memahami bahwa kebiasaan menabung merupakan langkah awal dalam membentuk sikap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap keuangan pribadi.
Setelah sesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video animasi edukatif mengenai bullying sebagai media pembelajaran interaktif. Video tersebut menggambarkan berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah beserta dampaknya terhadap korban. Tayangan ini berhasil menarik perhatian siswa dan menjadi pengantar yang efektif sebelum memasuki sesi materi utama.
Materi mengenai pencegahan bullying kemudian disampaikan oleh Adinda Natasya Shaharani. Dalam penyampaiannya, Adinda menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk bullying seperti bullying fisik, verbal, sosial, dan siber, serta dampak negatif yang dapat dirasakan oleh korban maupun pelaku. Tidak hanya itu, siswa juga diajak mengenali tanda-tanda seseorang yang menjadi korban bullying, memahami pentingnya sikap saling menghargai antar teman, serta mempelajari langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menyaksikan ataupun mengalami tindakan perundungan.
Agar penyampaian materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak, sesi sosialisasi dikemas secara komunikatif melalui diskusi interaktif, tanya jawab, ilustrasi kasus sederhana, serta kuis berhadiah yang mengundang antusiasme para siswa. Suasana kelas berlangsung hangat dan penuh semangat, terlihat dari banyaknya siswa yang aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman, serta berani menyampaikan pendapat mengenai pentingnya berteman dengan baik tanpa saling mengejek maupun menyakiti.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-R 04 berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya bullying secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan membangun budaya saling menghormati, saling membantu, serta berani mengatakan "tidak" terhadap segala bentuk perundungan. Edukasi mengenai literasi keuangan dan anti-bullying diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam membentuk karakter positif sejak usia dini.
Ketua Kelompok KKN-R 04, Amrol Murzaki, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pembentukan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
"Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar membaca dan berhitung, tetapi juga tempat membangun karakter. Melalui kegiatan ini kami berharap adik-adik dapat tumbuh menjadi pribadi yang saling menghargai, berani berbuat baik, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua," ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan yang sangat baik dari pihak sekolah maupun para siswa. Antusiasme peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menjadi bukti bahwa penyampaian materi dengan metode yang menyenangkan mampu meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap isu-isu penting di lingkungan sekolah.
Melalui program ini, KKN-R XXIX Kelompok 04 Universitas Syiah Kuala berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Baro Nyong, khususnya dalam bidang pendidikan karakter. Semangat kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa diharapkan dapat terus terjalin sehingga tercipta lingkungan belajar yang ramah anak, bebas dari bullying, serta mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama. (Azimul Fata)

0 facebook:
Post a Comment