LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH — Tgk. Khalid Muddatstsir, Lc., M.Ag. kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh Masa Bakti 2026–2029. Khalid terpilih secara aklamasi dalam forum Musyawarah Besar ke-5 IKAT Aceh yang diselenggarakan di Aula Dinas Syariat Islam Aceh, 6 September 2026. Ia terpilih setelah peserta musyawarah menyepakati dirinya untuk kembali melanjutkan kepemimpinan organisasi.
Keputusan secara musyawarah-mufakat tersebut sekaligus menjadi bentuk kepercayaan keluarga besar alumni Timur Tengah di Aceh terhadap kepemimpinan Khalid dalam melanjutkan penguatan kelembagaan, dakwah, pendidikan, dan berbagai program pengabdian IKAT Aceh.
Kepercayaan tersebut diberikan setelah forum membuka proses pengusulan nama calon Ketua IKAT Aceh periode 2026–2029. Presidium sidang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta untuk mengusulkan nama calon yang dinilai layak memimpin IKAT Aceh selama tiga tahun mendatang.
Dalam prosesnya, hingga kesempatan pencalonan berakhir, tidak ada nama lain yang diusulkan peserta. Dengan tidak adanya calon lain, pemungutan suara atau voting tidak dilakukan dan forum kemudian secara mufakat kembali mempercayakan kepemimpinan IKAT Aceh kepada Khalid.
Pada periode kepemimpinannya, Khalid dinilai berhasil mendorong sejumlah capaian penting bagi penguatan organisasi. Salah satunya adalah merealisasikan pembebasan lahan untuk IKAT Aceh sebagai langkah membangun aset dan memperkuat kemandirian organisasi dalam jangka panjang. Keberadaan lahan tersebut dipandang sebagai tonggak penting dalam perjalanan IKAT Aceh. Aset itu diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan pusat kegiatan organisasi, pendidikan, dakwah, dan keilmuan alumni Timur Tengah di Aceh pada masa mendatang.
Selain penguatan aset, pada masa kepemimpinan Khalid juga dibentuk Al-Fusha, lembaga pengembangan Bahasa Arab di bawah IKAT Aceh. Kehadiran Al-Fusha menjadi bagian dari upaya IKAT untuk mengoptimalkan kapasitas keilmuan para alumni sekaligus memberikan pelayanan pendidikan Bahasa Arab kepada masyarakat dan generasi muda yang hendak melanjutkan studi ke Timur Tengah.
Selain memperkuat aset dan program pendidikan, Khalid juga dikenal aktif membuka ruang perjumpaan keilmuan antara masyarakat Aceh dan ulama Timur Tengah. Sepanjang kepemimpinannya, IKAT Aceh berulang kali menghadirkan ulama dari berbagai negara untuk mengisi seminar, daurah, talaqqi, pengijazahan sanad, safari dakwah, hingga kunjungan ke sejumlah dayah. Kehadiran para ulama tersebut mempertegas posisi IKAT sebagai salah satu jembatan keilmuan antara Aceh dan Timur Tengah.
Dewan Penasehat IKAT Aceh, Tgk. Ayyub Bardan, Lc., MA., menekankan bahwa keberadaan IKAT harus terus diarahkan sebagai ruang pengabdian para alumni Timur Tengah kepada masyarakat.
“IKAT adalah tempat mengabdi. Kiprah dalam bidang keilmuan dan dakwah harus terus eksis,” kata Tgk. Ayub Bardan.
Menurutnya, besarnya potensi alumni Timur Tengah perlu terus dihimpun dan diarahkan agar keberadaan IKAT semakin memberi manfaat dalam penguatan pendidikan, dakwah, dan kehidupan keagamaan masyarakat Aceh.
Hal senada disampaikan Tgk. Israr Hirdayadi, Lc., MA. Ia menyampaikan selamat kepada Khalid Muddatstsir atas amanah yang kembali dipercayakan kepadanya.
“Selamat kepada Tgk. Khalid untuk melanjutkan kebaikan yang telah dilakukan dan memperkuat pengabdian IKAT Aceh ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Khalid menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan forum merupakan amanah bersama yang hanya dapat dijalankan dengan dukungan seluruh pengurus dan anggota IKAT Aceh. Ia berharap periode kepengurusan berikutnya tidak hanya mampu mempertahankan berbagai program yang telah berjalan, tetapi juga semakin memperkuat konsolidasi alumni, kemandirian organisasi, program keilmuan, dakwah, dan pengabdian masyarakat. Khalid juga menekankan pentingnya menjaga IKAT Aceh sebagai rumah bersama alumni Timur Tengah lintas generasi dan latar belakang.
“Amanah ini bukan tentang melanjutkan jabatan, tetapi melanjutkan khidmah. IKAT harus terus menjadi rumah bersama alumni Timur Tengah, tempat kita menghimpun ilmu, jaringan, dan pengalaman untuk memberi manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Aceh, Bismillah,” tutup Khalid.*

0 facebook:
Post a Comment