LAMURIONLINE.COM | ACEH BESAR — Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) ke-8 Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K2MI) Aceh Besar resmi berakhir. Rangkaian kegiatan yang mempertemukan peserta didik madrasah ibtidaiyah dari berbagai madrasah di Aceh Besar tersebut ditutup oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah, H. Suryadi, S.Ag., M.Pd.
Dalam sambutan penutupan, H. Suryadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pendamping, guru, kepala madrasah, panitia, serta semua pihak yang telah menyukseskan PORSENI ke-8.
Ia secara khusus mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih juara. Namun, kepada peserta yang belum memperoleh juara, ia berpesan agar tidak merasa gagal atau berkecil hati.
“Selamat kepada anak-anak yang menjadi juara. Bagi yang belum dipanggil sebagai juara, jangan berkecil hati. Juara itu bukan hanya tentang piala dan medali. Anak-anak semua memiliki kesempatan untuk menjadi hebat dengan terus belajar dan berusaha,” ujarnya.
Menurutnya, para juara yang lahir dari PORSENI ini nantinya akan kembali ke madrasah masing-masing dan dapat menjadi motivasi serta inspirasi bagi peserta didik lainnya.
“Juara di sini, tetapi nanti kembali ke madrasah untuk mendampingi anak-anak yang lain. Teruslah berusaha menjadi anak-anak hebat,” pesannya.
Banyak Anak Aceh Besar Jadi Duta Aceh
H. Suryadi juga mengingatkan bahwa Aceh Besar memiliki banyak peserta didik yang memiliki potensi luar biasa. Tidak sedikit anak-anak Aceh Besar yang kemudian dipercaya menjadi duta dan mewakili Aceh pada berbagai ajang tingkat nasional bahkan internasional.
Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa madrasah di Aceh Besar memiliki sumber daya peserta didik yang sangat potensial dan perlu terus dikembangkan.
“Kita sudah melihat banyak anak-anak dari Aceh Besar yang menjadi duta dan mewakili Aceh di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, jangan pernah merasa bahwa diri kita tidak memiliki kelebihan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan peran masing-masing.
“Kita semua memiliki kelebihan masing-masing. Tidak ada di antara kita yang tidak bermanfaat,” tegasnya.
Untuk menggambarkan bahwa setiap makhluk memiliki manfaat, ia memberikan sebuah perumpamaan sederhana. Bahkan lalat yang berukuran kecil dan sering dianggap sebagai hewan yang menjijikkan pun tetap memiliki peran dalam kehidupan.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar anak-anak tidak minder ketika belum berhasil dalam suatu perlombaan. Kegagalan dalam satu kesempatan bukan berarti tidak memiliki potensi untuk berhasil pada kesempatan berikutnya.
PORSENI Melatih Mental dan Keberanian
Lebih lanjut, H. Suryadi menyampaikan bahwa keberadaan PORSENI memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar perlombaan untuk menentukan pemenang.
Menurutnya, kegiatan seperti PORSENI merupakan bagian dari proses pendidikan untuk melatih mental, keberanian, disiplin, sportivitas, tanggung jawab, dan kepercayaan diri peserta didik.
“Dengan adanya kegiatan PORSENI ini, mental anak-anak kita dilatih. Kalau hanya dilatih saja tetapi tidak pernah naik panggung, tidak pernah bertanding, anak-anak juga tidak akan menjadi hebat,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong para guru dan pembina untuk terus memberikan kesempatan kepada peserta didik agar berani tampil, berkompetisi, dan menunjukkan kemampuan mereka.
Baginya, panggung perlombaan bukan hanya tempat untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal kemampuan diri, menerima hasil, menghargai orang lain, dan bangkit ketika belum berhasil.
Persiapkan Generasi Hebat Masa Depan
Menutup sambutannya, H. Suryadi mengajak seluruh insan madrasah untuk tidak berhenti setelah PORSENI berakhir. Pembinaan bakat dan minat peserta didik harus terus dilakukan di masing-masing madrasah.
“Persiapkan anak-anak kita menjadi orang-orang hebat ke depannya. Berikan mereka kesempatan untuk berkembang, tampil, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” pesannya seraya dengam resmi menutup kegiatan.
Sementara itu, usai dewan hakim membacakan surat keputusan pemenang dan perolehan nilai masing-masing ajang lomba, Juara Umum 1 diraih MIN 20 Aceh Besar, Juara umum 2 diraih MIN 27 Aceh Besar dan Juara Umum 3 diraih MIN 1 Aceh Besar (Athailah)





0 facebook:
Post a Comment