LAMURIONLINE.COM | ACEH - Sosok seniman Aceh Rusli Arafika, yang akrab disapa Apa Gense, adalah salah satu seniman yang hingga kini masih eksis di dunia seni. Di usianya yang hampir menginjak 70 tahun, semangat berkesenian dan gaya humornya tetap terasa seperti anak muda.

“Kita sudah tua, tapi rasa masih awet muda,” begitu kira-kira guyonan Apa Gense ketika bercerita tentang perjalanan hidupnya sebagai seniman.

Buktinya sederhana. Hingga sekarang, ia masih sering diundang dari panggung ke panggung untuk tampil menghibur. Di sela-sela kesibukannya berkesenian, ia juga masih menikmati kebersamaan bersama kawan-kawan lama, duduk santai di warung kopi, bercanda, bercerita, dan membicarakan banyak hal tentang kehidupan.

Bagi Apa Gense, menjadi seniman bukan semata-mata soal panggung, popularitas, ataupun materi. Ada kenikmatan tersendiri dalam menjalani hidup sebagai seniman dengan segala kesederhanaannya.

“Menikmati apa adanya.”

Kalimat sederhana itu seakan menjadi filosofi hidupnya. Apa adanya bukan berarti menyerah pada keadaan, tetapi menerima dan menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur. Tetap berkarya, tetap berkawan, tetap tertawa, dan tetap menikmati setiap perjalanan hidup.

Hampir 70 tahun usia bukan alasan untuk berhenti berkesenian. Justru dari perjalanan panjang itulah lahir pengalaman, cerita, humor, dan karakter seorang seniman yang tidak mudah hilang dimakan zaman.

Apa Gense mungkin boleh bertambah usia, tetapi semangatnya untuk berkesenian dan membuat orang tertawa masih tetap awet muda.

Di panggung ia menghibur. Di warung kopi ia bercerita. Dalam kehidupan, ia menjalani semuanya dengan sederhana: apa adanya, tetapi tetap penuh warna.(*)

SHARE :

0 facebook:

 
Top