LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi mahasiswa internasional melalui edukasi keamanan dan perlindungan diri.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui International Student Orientation 2026 yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E, M.Sc, Ak, CA, di Ruang VIP AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, (14/9/2026).
Kepala Kantor Kemitraan Global USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T, M.Sc, mengatakan tahun ini USK menerima 39 mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara. Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa asing USK saat ini mencapai 131 mahasiswa dari 38 negara.
Dia berharap para mahasiswa asing memperoleh pengalaman akademik yang baik serta merasa aman dan nyaman selama menjalani kehidupan di Aceh maupun USK.
“Kami menyadari kehidupan di sini memiliki suasana dan budaya yang berbeda dari negara asal mereka. Karena itu, proses adaptasi menjadi bagian penting dari pengalaman belajar mereka,” ucapnya.
Untuk itu, dalam kegiatan ini USK membekali mahasiswa asing dengan pemahaman mengenai keamanan dan perlindungan diri, termasuk cara menghindari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, serta langkah yang perlu dilakukan apabila menghadapi situasi yang tidak diinginkan.
“Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa mengetahui cara merespons dan menghadapi situasi tersebut dengan tepat. Mereka juga diberikan informasi mengenai pihak-pihak yang dapat dihubungi apabila membutuhkan bantuan atau menghadapi permasalahan selama berada di lingkungan universitas,” ucapnya.
Selanjutnya, Prof. Heru sangat mengapresiasi keputusan mahasiswa asing ini untuk menempuh studi ke negara lain. Sebab dia menilai, keputusan untuk menempuh pendidikan di negara lain merupakan langkah besar. Selain memperoleh pengalaman akademik, mahasiswa juga akan berhadapan dengan budaya, lingkungan, dan masyarakat yang berbeda.
Oleh sebab itu, Prof. Heru menegaskan, USK berkomitmen memberikan dukungan kepada mahasiswa asing ini selama menjalani proses pendidikan dan adaptasi di USK.
Lebih lanjut, Prof. Heru berharap mahasiswa internasional tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memanfaatkan kesempatan selama berada di Aceh untuk mengenal budaya dan tradisi setempat, berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia, serta membangun persahabatan dengan berbagai pihak.
“Manfaatkan kesempatan untuk mengenal kota ini, merasakan budaya dan tradisi Aceh, berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kelas,” ujarnya.
Dia juga berharap pengalaman mahasiswa internasional selama belajar di USK dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan negara asal mereka.
“Kami berharap setelah menyelesaikan studi nanti, hubungan anda dengan USK tetap terjalin. Anda dapat menjadi bagian dari keluarga besar USK dan bahkan menjadi duta USK di negara masing-masing dengan membagikan pengalaman tentang Indonesia, Aceh, dan Universitas Syiah Kuala,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep, M.Si, FRSPH turut hadir menyampaikan presentasinya. Dia mengatakan, mahasiswa setidaknya memiliki tiga tingkatan tanggung jawab. Pertama, tanggung jawab terhadap universitas. Seperti mematuhi aturan universitas, memahami kode etik mahasiswa, dan lainnya.
Kedua, tanggung jawab terhadap masyarakat. Seperti adat dan budaya, norma sosial, agama dan lainnya. Ketiga, bertanggung jawab terhadap hukum. Seperti hukum di Indonesia maupun Aceh, dan lainnya. Menurutnya, menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab artinya respect dengan ketiga hal tersebut. (Sayed M. Husen)

0 facebook:
Post a Comment