Lamurionline.com--BANDA ACEH - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat gelar Doctor Honoris Causa (HC) di bidang Ilmu Hukum dan Perdamaian dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Dalam orasi ilmiahnya, SBY menyampaikan kalau perdamaian di Aceh bukan hanya usaha dia seorang, namun juga ada peran Jusuf Kalla.

"Bersama Pak Jusuf Kalla yang kala itu menjadi calon wakil presiden di Pemilu 2004, semangat perdamaian Aceh adalah tema kampanye kami berdua. Kami selalu berusaha bahwa pendekatan damai merupakan yang terbaik," kata SBY di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (19/9).

Presiden juga menyampaikan setelah dirinya terpilih dan dilantik pada Oktober 2004, dia bersama JK bertekad menuntaskan janjinya semasa kampanye. Alhasil SBY pun langsung mengunjungi Aceh seusai dirinya menjabat presiden.

"Dalam kunjungan pertama saya meminta masyarakat Aceh untuk bawa semangat baru. Pada November 2004 saya katakan dengan jelas saya datang bawa tekad dan semangat baru untuk mengakhiri konflik yang telah begitu lama terjadi," ujarnya.

Menurutnya, sebuah konflik yang telah berlangsung lama bukan berarti akan terjadi selamanya. Dengan kesabaran dan kesungguhan, maka semangat perdamaian pasti akan terwujud.

Pendekatan perdamaian, lanjut SBY, tidak harus dengan kekerasan. Untuk itu dia berpikir keras demi terciptanya ketentraman di tanah rencong.

"Dalam pemikiran saya untuk mendamaikan Aceh adalah otonomi khusus, dan saya sampaikan secara terbuka, waktu itu sebagai kepala negara. Saya bicara dengan DPR, DPD dan MPR, dan dukungan penuh dari Jakarta sangat kuat," ujarnya.

SBY meminta agar kedamaian di Aceh terus dijaga. "Kita bangun kembali Aceh dengan agenda yang konkret dan perdamaian yang berorientasi kesejahteraan," ujarnya.(Detik.com)

SHARE :
 
Top