Lamurionline.com--Idi  Kurikulum 2013 (K-13) merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Lahirnya kurikulum baru ini tidak akan berarti jika guru tidak punya ketrampilan dan kemauan untuk menambah ilmu pengetahuan. Hal ini disampaikan oleh Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Aceh Timur H. Akly Zikrullah, S.Ag, MA.

“Seorang guru harus punya ketrampilan dan keahlian, jika tidak ada maka apapun yang diterapkan pemerintah tidak akan berarti apapun, kurikulum apapun yang lahir, tidak ada manfaatnya,” ujarnya dihadapan peserta Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) Peningkatan Kompetensi Kurikulum 2013, Rabu (2/9).

Untuk meningkatkan ketrampilan dan keahlian, guru sebagai tenaga pendidik harus mau mencari informasi terbaru dan memperdalam ilmu pengetahuan, “Seorang guru tidak hanya cukup satu buku panduan, jangan hanya mengandalkan buku bantuan dana BOS saja, harus beli buku lain,” tegasnya di aula Kankemenag Aceh Timur.

Meningkatkan keahlian, menurutnya dapat dilakukan dengan mengoleksi buku-buku terkait pembelajaran dan membacanya di rumah, “Buatlah pustaka mini di rumah, usahakan setiap bulan bisa beli satu buku,” imbuh Akly.

Kasubbag TU yang menggantikan Kakankemenag Drs.H.Marzuki, A, MA itu mengharapkan kepada peserta diklat untuk mengikuti dengan serius kegiatan ini. “Jangan sambilan, diklat ini menjadi contoh anda di tempat kerja, jika malas, sering terlambat, sering keluar ruangan, berarti di madrasah juga begitu,” katanya di hadapan Kepala BDK Aceh, Panitia, Widyaiswara dan seluruh peserta.

Diklat Peningkatan Kompetensi Kurikulum 2013 yang dibuka oleh Kepala BDK Aceh Drs.Zulhelmi A.Rahman, M.Ag tersebut akan berlangsung mulai 2 hingga 8 September 2015 diikuti oleh 40 peserta. [y] Jamaluddin
SHARE :
 
Top