Melalui Milad Media LAMURI Yang Ke-10 Kami Terus Berbenah Untuk Berbagi Informasi Kepada Pembaca (15 Juli 2010 - 15 Juli 2019) Wakil Gubernur Jatim: Keluarga Qur’ani Menghadirkan Rejeki Barokah - Lamuri Online
Loading...

Lamurionline.com--Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan keluarga Islami harus memikirkan keseimbangan dunia dan akherat. Maka, keluarga yang Qur’ani harus sanggup menghadirkan rejeki yang barakah, meski sedikit tapi cukup, daripada banyak tapi membawa musibah.

Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Saifullah Yusuf dalam acara Munas Muslimat Hidayatullah
“Keluarga Islami harus memikirkan keseimbangan dunia dan akherat. Maka, keluarga yang Qur’ani harus sanggup menghadirkan rejeki yang barokah, meski sedikit tapi cukup, daripada banyak tapi membawa musibah,” kata Gus Ipul ketika membuka Munas IV Muslimat Hidayatullah (MUSHIDA) di Kampus Hidayatullah Ar-Rohmah Putri, Dau, Kabupaten Malang, Kamis (7/1/2016).‎
‎Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengharapkan para keluarga mampu melahirkan anak-anak yang hebat. Karena, keluarga merupakan benteng terakhir dari pengaruh era negara tanpa batas dewasa.
‎”Terbentuknya karakter awal seorang manusia dimulai dari keluarga yang baik,” kata mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal ini. ‎
Maka, lanjut Gus Ipul, dengan nilai-nilai Qur’ani, sebuah keluarga diharapkan mampu melahirkan anak-anak yang hebat.
“Keluarga merupakan benteng terakhir dari pengaruh era modern tanpa batas dewasa  ini dengan berpedoman pada Al-Qur’an,” tambah Gus Ipul.
‎Menurutnya, masyarakat Indonesia lebih dari 90 % beragama Islam. Dalam membangun keluarga Islami, pertama yang harus diperhatikan adalah kesabaran, dan harus didukung dengan kesanggupan orang tua untuk melahirkan generasi yang berakal.
“Kita harus membangun keluarga yang berakal menurut Allah, artinya orang yang ingat Allah dulu, baru menggunakan akal pikiran. Orang kalau sudah ingat Allah, dimanapun akan aman, “tegas Gus Ipul.
Oleh karena itu, Gus Ipul menilai, dalam membangun keluarga yang Qur’ani harus memupuk rasa cinta ilmu, menjadi orang yang berakal menurut Allah. Maka, dari pesantren, diharapkan akan lahir generasi yang berakal/ ulil albab menurut Allah Subhanahu Wata’ala.
“Karena pada dasarnya pesantren adalah tindak lanjut dari pendidikan yang diberikan oleh orangtua,” katanya.
Musyawarah Nasional IV Muslimat Hidayatullah digelar di Kota Malang dengan mengusung tema “Bersama Keluarga Qur’ani Tinggikan Martabat Bangsa“. Agendanya Munas ini ditutup pada Sabtu (09//01/2016) oleh Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad. ‎* Hidayatullah.com
SHARE :
 
Top