Lamurionline.com--Aceh Besar. Rizqa Fithri, gadis indrapuri, Aceh Besar menjadi lulusan terbaik pada rapat senat terbuka wisuda di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta (sabtu, 27/2). Gadis yang sehari-hari dipanggil Rizqa ini, menjadi wisudawan terbaik setelah menyelesaikan studi di Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir di Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta dengan menjadi lulusan tercepat dengan indeks prestasi tertinggi. Rizqa menyelesaikan studinya sarjana nya hanya dalam jangka waktu 3 tahun 2 bulan dengan IPK 3,8.
 Gadis buah hati dari pasangan Ilyas dan Mariana ini, menempuh studi di UIN jogja dengan mendapatkan beasiswa penuh dari kementrian Agama Republik Indonesia melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Rizqa memulai pendidikannya di MIN Indrapuri dan melanjutkan pendidikan menegah di Pondok Pesantren Omar Diyan. Rizqa juga menjadi lulusan terbaik saat menyelesaikan studinyta di Pesantren Omar Diyan.
Kecintaannya terhadap Alquran dan Ilmu Agama, tidak hanya membuatnya memilih jurusan Ilmu Aquran dan Tafsir tetapi juga memilih untuk tinggal di pesantren selama menjadi mahasiswa. Menurutnya dengan demikian dia tetap bisa terus menimba ilmu dipesantren selain dikampus. Rizqa adalah santri di Pondok Pesantren An-Najwah, Kabupaten Sleman Jogjakarta. Selama dipesantren Rizqa juga berhasil menghafal 10 Juz Al-Quran.
Sejak sekolah menengah dan menjadi mahasiswa, Gadis kelahiran Meuru Ulee Titi, Indrapuri ini juga aktif dibeberapa organisasi, seperti PII dan organisasi intra kampus. Rizqa juga pernah beberapa kali menjuarai berbagai perlombaan dan ikut beberbagai pelatihan untuk mengasah softskill dan leadershipnya.
Menurutnya, keberhasilan yang diraihkan adalah berkat semangat pantang menyerah untuk terus belajar dan yang paling penting adalah karena doa orang tua, “Niat untuk berbakti kepada orang tua kalo dijadikan semangat untuk melakukan apapun pasti sukses “ ucap rizqa. Gadis yang bercita-cita menjadi dosen dan pakar tafsir ini berencana untuk terus melanjutkan studinya sampai kejenjang yang lebih tinggi sampai tingkat doktoral.” Tidak ada kata berhenti untuk belajar, belajar itu dari ayunan sampai keliang lahat” tandasnya. (Sumber : BaraNews.com)

SHARE :
 
Top