Loading...


LAMURIONLINE.COM | ACEH - Peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, Senin (21/10) diwarnai dengan aksi pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh para anggota Banser NU. Sebab itu Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh mengecam aksi pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oleh anggota Banser NU tersebut. Ketua MIUMI Aceh Dr Muhammad Yusran Hadi Lc MA melalui press rilisnya di media Lamurionline.com, Rabu (24/10) mengatakan aksi ini merupakan pelecehan terhadap kalimat tauhid dan penistaan agama. 

"Aksi ini telah melukai hati saya secara pribadi dan seluruh umat Islam di Indonesia, bahkan dunia" tegas Yusran Hadi.

Ia pun menyayangkan perilaku buruk anggota Banser tersebut. Sepatutnya seorang muslim wajib mengagungkan kalimat tauhid. 

"Jika pelakunya itu orang kafir, tentu kita tidak heran karena kebenciannya kepada Islam. Kita pasti marah dan mengecamnya. Namun aksi ini dilakukan oleh Banser yang mengaku muslim. Tentu persoalanya lebih parah dan membuat kita menjadi lebih marah. Bahkan patut kita pertanyakan keislaman para pelakunya" lanjutnya.

Yusran Hadi menambahkan perilaku para pembakar kalimat tauhid itu sangat memalukan NU sebagai organisasi induk mereka, bahkan bangsa Indonesia. 

Tindakan ini sebutnya, mencerminkan sikap radikal dan amoral dan merusak perdamaian bangsa. Parahnya lagi, aksi penistaan agama ini terjadi pada saat peringatan Hari Santri Nasional 2018.

"Sebagai muslim, kita sangat marah dengan perbuatan anggota banser NU ini. Mereka telah melecehkan Allah Swt dan Rasul-Nya dengan sengaja dan terang-terangan. Jelas sekali hukumnya murtad berdasarkan ijma' para ulama. Oleh karena itu, Kita wajib membenci kemungkaran yang dilakukan oleh banser NU ini" tambah Yusran.

Ketua MIUMI Aceh juga sangat menyayangkan aksi ini dilakukan dengan sengaja dan dipertontonkan dihadapan publik. 

Ia juga meminta pihak kepolisian untuk menangkap dan memberi hukuman yang berat kepada para pelaku aksi ini. Karena, menurutnya tindaka ini telah meresahkan dan menimbulkan kemarahan umat Islam sehingga berpotensi menganggu stabilitas dan perdamaian bangsa dan negara.

Ia juga berharap kepada pemerintah dan NU untuk membubarkan Banser NU dan GP Ansor NU. Selama ini, sikap Banser dan GP Ansor terkesan radikal dan intoleran serta meresahkan umat Islam. Oleh karena itu, pemerintah harus menindak tegas terhadap kedua organisasi ini karena bertentangan dengan pancasila dan hukum di Indonesia.

Aksi ini sebutnya dapat mengundang azab Allah Swt berupa bencana alam yang menimpa semua orang. Selama ini ia mencontohkan Indonesia selalu ditimpakan musibah dari Allah Swt berupa bencana alam seperti gempa, tsunami dan lainnya. 

"Maka jangan tambah lagi bencana baru dengan kemaksiatan Banser ini. Sepatutnya kita ambil pelajaran dari bencana itu dgn bertaubat dan meninggalkan maksiat serta mendekatkan diri kepada Allah Swt. Bencana itu merupakan azab dan peringatan dari Allah Swt karena maksiat yang merajalela seperti  dijelaskan dalam Alquran dan Hadits-hadits Nabi Saw" ujar Yusran.

Terakhir ia meminta kepada Banser NU dan GP Ansor NU untuk bertaubat dan meminta maaf kepada umat Islam. Selama ini sebutnya kedua organisasi ini terkesan memusuhi umat Islam dan membenci simbol-simbol Islam. 

"Mereka justru mendukung dan membela kepentingan orang-orang kafir. Perbuatan mereka ini bertentangan dengan Islam. Perbuatan mereka juga merugikan dan melukai umat Islam serta menguntungkan musuh Islam." tutup Yusran. (*)
SHARE :
 
Top